Alasan Memilih Teknologi
14, August, 2006
Dua hari lalu saya ngobrol dengan beberapa orang kolega soal akan diluncurkannya layanan telekomunikasi generasi ketiga alias 3G di Indonesia. Salah satu operator GSM sudah memastikan akan meluncurkan layanan 3G-nya satu-dua bulan ini.
Di sinilah menariknya: secara komersial, layanan 3G baru akan diluncurkan. Tapi Anda tentu tahu bahwa telepon seluler yang berkemampuan 3G sudah dijual–dan laris–sejak dua tahun lalu di Indonesia!
Tampaknya pengguna layanan seluler di Indonesia lebih tertarik pada kemajuan handset ketimbang kecanggihan jaringan.
Terkait dengan itu, ada fenomena yang menarik hati saya: saat ini banyak sekali media, khususnya majalah dan tabloid, yang diterbitkan khusus sebagai panduan belanja produk-produk teknologi.
Yang dibidik semuanya: mulai panduan belanja gadget, seluler, hi-fi, komputer, game, kamera, video, hingga home theatre.
Apa artinya ini? Pertama, fenomena ini menunjukkan betapa perekonomian masyarakat dewasa ini sudah mulai membaik. Hal itu diindikasikan dengan daya beli masyarakat yang mulai pulih.
Kedua, apresiasi masyarakat terhadap teknologi juga mulai melegakan. Buktinya, mereka butuh informasi-informasi terbaru soal teknologi, seperti yang bisa didapatkan di media-media tersebut.
Ketiga, masyarakat tidak mau lagi “beli kucing dalam karung”. Mereka ingin tahu dulu apa persisnya produk yang akan dibeli.
Pesan penting dari semua itu adalah: pastikan dulu manfaat produk yang ada dibeli. Apakah sesuai dengan kebutuhan Anda?
Kalau Anda adalah seorang pengguna teknologi yang efisien, kesesuaian antara produk dan kebutuhan jelas akan membuat Anda semakin produktif.
Di sinilah arti penting tinjauan alias review produk bagi Anda. Soalnya, yang harus Anda cari dan dapatkan adalah manfaatnya.
Tapi, kalau Anda tergolong pengguna yang sekadar ikut tren atau malah untuk pamer, sesungguhnya Anda tidak membutuhkan panduan yang bernas tentang teknologi.
Terus-terang bukan untuk orang seperti Anda teknologi diciptakan. Sebab, sesuatu dinamakan produk teknologi bukan karena kecanggihannya, tapi karena manfaatnya.
Anda beruntung jika berhasil mendapatkan produk yang canggih dan sekaligus bermanfaat.
Budi Putra
Koran Tempo, Minggu 13 Agustus 2006 | e-culture








14, August, 2006 at 3:04 pm
Menarik juga diskusinya. Kalau handset 3G sudah laris sejak tahun lalu, berarti buang2 duit donk istilahnya. Beli handset 3G yang harganya jauh lebih mahal, tapi fiturnya tidak bisa dimanfaatkan.
14, August, 2006 at 3:42 pm
bung, jangan ketawa. saya termasuk orang yang cenderung ragu kepada setiap produk seri pertama, biarpun produk itu mengadopsi teknologi yang sudah matang duluan. ingat smartphone keluaran awal apa saja yang boros baterai?
beli sesuai kebutuhan, bukan keren atau tidak, itu yang kurang disukai oleh industri, termasuk biro iklan
24, August, 2006 at 7:24 am
Daya beli masyarakat yang tinggi belum mengindikasikan perekonomian yang baik loh mas
. Kalau pertumbuhan perekonomian lebih banyak di drive dengan hal konsumtif yah percuma saja, nantinya malah akan menjadi bubble economics.
Lagipula, kayaknya kebanyakan orang yang beli handset 3G bukan karena tertarik dengan teknologinya, tetapi karena ingin tampil keren
17, February, 2007 at 8:05 am
Emang di udah ada di toko2 di Jakarta, kalo ada dimana bisa dapetinnya? thanks (I am talking about MYLO)