Komputer pun Bisa Dikloning

9, November, 2002

ORANG yang berkeinginan menciptakan komputer pribadi bukan seorang veteran IBM yang menyombongkan fasilitas riset, bukan juga seorang ilmuwan komputer. Dia juga tidak banyak terkait dengan kisah IBM mainframe di masa lalu.

Tapi apa yang dilakukan Lew Eggebrecht lebih terkait dengan pengalamannya bekerja dengan mikroprosesor buatan Intel yang tidak mahal. Dia juga amat antusias menyatukan suku cadang elektronik yang membuat mikroprosesior bisa bekerja. Laki-laki kelahiran Minnesota saat Perang Dunia berkecamuk itu akan bekerja sepanjang malam, tertidur sebentar di mejanya, sampai sistemnya berfungsi seperti yang ia yakini dapat dilakukan. Bergabungnya Eggebrecht dengan IBM menjadi awal hadirnya komputer pribadi dalam sejarah peradaban modern.

Orang Amerika sendiri baru mengetahui apa yang disebut komputer pribadi pada tahun 1983. Bahkan majalah Time menobatkan komputer pribadi sebagai “Man of the Year” waktu itu. Dengan ditemukannya sebuah mesin penjumlah oleh Blaise Pascal, seorang pakar matematika Perancis pada tahun 1742, sejarah baru dunia komputer pun mulai digoreskan.

Mesin ini disempurnakan dan dikembangkan pada pertengahan abad kesembilan belas oleh Charles Babbage yang, pada tahun 1823, telah mengembangkan sebuah “mesin analitik” raksasa yang betul-betul dapat “diprogram”. Karenanya, Babbage dijuluki sebagai “bapak komputer”, meskipun lebih dari seratus tahun kemudian, pada tahun 1948, barulah komputer yang sesungguhnya berhasil dibuat.

Selanjutnya, baru pada tahun 1975 komputer meja, dan komputer pribadi pertama Altair, dikembangkan untuk digunakan di rumah dan di kantor. Bahasa kompuiter yang digunakan untuk mengoperasikan Altair ditulis oleh dua visioner muda yang kelak mengubah wajah bisnis komputer pribadi: Bill Gates dan Paul Allen. Bahasa komputer yang mereka kembangkan adalah sejenis bahasa yang disebut BASIC – Beginners All-Purpose Symbolic Instruction Code. Dengan bahasa komputer ini orang bisa membuat program-program berbeda untuk meminta komputer mengerjakan tugas yang berbeda-beda.

Penemuan komputer inilah yang kemudian merangsang gagasan menciptakan suatu jaringan di mana komputer bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Awalnya berupa jaringan lokal terbatas dalam satu ruangan atau gedung saja. Kemudian antar gedung, antar pulau bahkan kini antar benua. Semua itu sangat dimungkinkan oleh ditemukannya jaringan raksasa bernama internet – suatu jaringan pintar yang mampu menghubungkan jutaan manusia dan komputer dari berbagai belahan bumi.

Yang jelas, gagasan untuk terus mengembangkan jaringan komputer makin tak tertahankan. Jika semula pemanfaatan jaringan hanya bertujuan menyimpan berbagai data digital yang bisa diakses dari manapun dan kapanpun, kini muncul gagasan paling mutakhir yang mencoba memaksimalkan komputer-komputer kelas rendah rendah tapi tetap bisa powerful.

Bagaimana caranya? Seorang peneliti komputer Jepang, Kuniyasu Suzaki, punya resep cespleng: dalam suatu jaringan yang disebut Computer Cloning, komputer-komputer yang cuma memiliki spesifikasi rendah, ternyata bisa memiliki kemampuan tinggi dengan memperkuatnya dengan suatu komputer induk yang canggih. Dengan jaringan yang disebutnya NTC (Network Transferable Computer), sistem operasi (OS) komputer induk bahkan dengan mudah dikloning ke komputer-komputer lain yang berada dalam jaringan. Komputer-komputer lain, dalam jaringan ini, hanya berfungsi sebagai “sarang” saja, sementara yang benar-benar komputer hanyalah induknya.

“Instalnya cukup sekali, lalu bekerjalah seolah-olah semua komputer dalam jaringan itu canggih-canggih semua,” demikian Suzaki. NTC memang dapat mewujudkan suatu Computer Teleportation: Anda bisa melanjutkan pekerjaan Anda di komputer kantor ketika bekerja di komputer rumah.

Secara teknis, NTC ini terdiri dari Hibernation Software dan mesin virtual. Software itu akan menjaga komputer tersebut tetap live, sementara mesin virtual digunakan untuk “menggandakan” arsitektur dan memaksimalkan fungsi setiap komputer yang berada dalam jaringan.

Cara kerjanya relatif serderhana: Pertama kali kita harus menginstal software VMWare untuk Linux. Kemudian Linux juga diinstal pada mesin virtual yang disediakan VMWare. Sistem operasi pada mesin virtual yang disebut “guest OS” ini harus diinstal pula pada PC induk yang nanti akan melayani berbagai permintaan – seperti transfer data, penyimpanan atau restorasi file – dari komputer lain.

Gagasan ini akan membuat komputer-komputer yang dianggap sudah ketinggalan zaman masih tetap bisa difungsikan secara maksimal – pengusaha warnet tentunya harus menangkap dan memanfaatkan peluang ini dengan baik.

Jadi komentar pesimis – dan sinis – yang mengatakan teknologi baru akan membuat teknologi lama harus masuk gudang agaknya sudah tak relevan lagi. Teknologi, jika digunakan secara tepat, sesungguhnya akan memudahkan pekerjaan dan meringankan biaya, bukan sebaliknya.

Koran Tempo, 22/Sep/2002  e-culture

One Response to “Komputer pun Bisa Dikloning”

  1. wardana Says:

    hai mas..punya dak program untuk satu cpu menggunakan 4 monitor dengan tampilan beda2, kalo punya tolong dong…lagi butuh alnya, anak2 biar dak kelahi aja rebutan komputer

    trims…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: