Catatan Digital dari Medan Perang

8, June, 2003

Situs ini adalah wajah manusia dalam sejarah.

TIBA-TIBA ia menghilang. Pesan singkat yang ia kirim empat hari setelah genderang perang ditabuh pasukan Amerika Serikat adalah jejak online-nya yang terakhir. Lewat website log atau blog yang beralamat di dear_raed.blogspot.com, pemuda berusia 29 tahun yang tinggal di pinggiran Kota Bagdad itu membagikan kesaksiannya tentang jam-jam pertama ketika bom mulai melumatkan gedung-gedung di ibu kota Irak.

“Saya tak bisa menahan air mata. Puluhan bom dan peluru kendali meluluhlantakkan gedung-gedung, termasuk satu gedung favorit saya. Televisi Irak tidak berkomentar apa pun, tidak menayangkan apa pun,” tulis Salam Pax, nama samaran pemuda itu. Sehari sebelumnya, ia mencatat, “Tak ada gelombang massa yang menyambut kedatangan pasukan Amerika. Mereka hanya berdiam di tempat tinggal masing-masing sambil berharap tak ada bom yang jatuh di atap rumahnya.”

Pertama kali online di situs blog itu pada September tahun lalu hingga kemudian hilang dari peredaran ketika perang Irak pecah, keberadaan Pax–sebagian besar penggemar blog yakin ia benar-benar ada dan memang tinggal di Bagdad– memancing rasa ingin tahu. Setidaknya 40 media di dunia menuliskan nasibnya. Situsnya pun mengantongi hampir seratus ribu hit. “Situs ini adalah wajah manusia dalam sejarah,” ujar Rebecca Blood, pengarang The Weblog Handbook.

Pax hilang bersama situsnya yang tak bisa diakses lagi. Lelaki yang menguasai bahasa Inggris, Jerman, dan Arab itu tak hanya kehilangan akses Internet akibat perang, tapi juga kehilangan server tempat penyimpan gambar-gambar untuk situsnya. Taylor Suchan dari Industrial Death Rock, perusahaan hosting buat gambar-gambar situs Pax, memang sengaja menutupnya. “Situs Pax benar-benar membunuh bandwidth saya,” ujarnya.

Buku harian digital pemuda Irak yang sangat populer itu merupakan fenomena terbaru blog, yang dimulai pada 1999 dan kini pengguna aktifnya tercatat lebih dari 500 ribu orang. Semua itu dimungkinkan oleh adanya peranti Blogger (www.blogger.com) yang sepaket dengan layanan desain dan hosting gratis (www.blogspot.com). Dijalankan oleh Pyra Labs, perusahaan kecil di San Francisco, California–yang kini sudah diakuisisi oleh Google, pengelola mesin pencari terkemuka–peranti web ini dirancang untuk membantu siapa saja yang ingin berbagi pemikiran, pengalaman, foto, dan gambar di Internet.

Berbeda dengan situs web biasa yang membutuhkan keahlian khusus dalam mengelolanya–setidaknya harus mengerti kode-kode HTML (hypertext markup language), teknik membuat hyperlink, dan cara pengiriman data (uploading) via FTP (file transfer protocol)–seseorang hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk mulai online dengan blog. Dengan Blogger, siapa saja bisa memperbarui dan mengedit isi situs hanya dengan sekali klik.

Tak ubahnya seperti Perang Teluk 1991 yang mempopulerkan TV kabel, perang Irak saat ini ternyata membawa berkah tersendiri bagi blog, yang makin luas diminati. Ternyata penggemarnya bukan sekadar komunitas antiperang seperti Pax, tapi juga para serdadu di medan tempur yang mencoba memanfaatkan blog untuk berkomunikasi dengan keluarga dan sejawatnya. Tak aneh, blog perang bermunculan, seperti Live From Kuwait: A Civilian War Diary (www. zaydoun. blogspot. com) dan L.T. Smash: Live from the Sandbox (www.lt-smash.us), buah tangan para serdadu Amerika
di kawasan Teluk.

Para wartawan pun tak mau ketinggalan. Wartawan BBC Stuart Hughes dan koresponden CNN Kevin Sites mengirimkan liputan perangnya lewat layanan ini. “Blog memang tampak lebih nyata bagi pengunjungnya dibandingkan dengan situs berita tradisional,” ujar Neil Thurman, Direktur e-Publishing Course, London’s City University.

Berbeda dengan situs berita yang punya misi dan visi editorial tertentu, ideologi dalam komunitas blog hanya satu: solidaritas kemanusiaan, tak peduli dengan agama atau etnis. Buktinya, salahsatu blogger yang merasa sangat kehilangan Pax adalah Ohad Barzilay, pemuda asal Israel. “Saya jauh dari perang, tapi saya tahu perang itu seperti apa,” ujarnya lirih.

Budi Putra

TEMPO Edisi 030413-006/Hal. 68      Rubrik Teknologi Informasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: