Loket Tiket Pesawat di Genggaman

14, September, 2003

Penumpang pesawat bisa memesan tiket lewat ponsel. Hasil temuan tiga mahasiswa.

MUDAH diaplikasi, praktis, dan bisa dilakukan dengan cepat. Inilah kelebihan temuan tiga orang mahasiswa Ilmu Komputer Teknik Informatika Universitas Bina Nusantara, Jakarta: Johnny Wijaya, Beny Saputro, dan Budi Wijaya. Dengan kreasi itu, para calon penumpang pesawat terbang amat terbantu dalam melakukan booking tiket pesawat yang mereka butuhkan.

Karena itulah, dua pekan lalu ketiga anak muda berusia 22 tahun itu menggondol juara pertama “Microsoft 2nd Asia Student NET Competition” tingkat nasional. Mereka berhak mengikuti kompetisi serupa tingkat Asia Pasifik di Beijing, Cina, 27 Februari mendatang, yang akan diikuti 11 negara.

Dalam kompetisi di Beijing itu, menurut Arif Dharmawan dari Microsoft Indonesia, peluang temuan yang diberi nama “E-Flight Organizer” (EFO) untuk menang cukup besar. “Setidaknya, bisa masuk tiga besar karena mereka menawarkan aplikasi yang sudah jadi,” tuturnya.

Selain itu, keunggulan aplikasi ini dibanding dua pemenang lainnya–Universitas Pelita Harapan (“Help on Your
Hand”) dan Universitas Indonesia (“Generic Score Calculation System”)–adalah pada kemampuan eksplorasi XML Web Services yang maksimal. Alat untuk implementasinya juga beragam, mulai dari PDA (personal digital assistant), telepon genggam, hingga PC (personal computer).

Kemudahan mengakses EFO lewat berbagai peranti ini jelas memudahkan para calon penumpang pesawat terbang. Bila Anda sedang berada di jalan tapi perlu mengetahui informasi penerbangan, memilih rute, dan langsung memesan tiketnya dalam hitungan detik, tak perlu lagi balik ke kantor untuk mencari informasinya lewat PC. Cukup memencet tombol di ponsel atau menggoreskan pulpen di PDA. Hanya perlu waktu 12-20 detik untuk menyelesaikannya. Jauh lebih cepat dan ekonomis dibanding bila Anda menghubungi airline atau biro perjalanan.

Aplikasi ini juga memungkinkan pelanggan pesawat yang loyal (frequent flyer) bisa mengetahui berapa bonus yang diperolehnya berdasarkan rute yang ditempuh (mileage). Layanan EFO ini bisa jadi penasihat yang piawai bila Anda begitu sibuk sehingga tak sempat merencanakan perjalanan Anda. Tinggal masukkan jadwal keberangkatan, kedatangan, dan kota tujuan yang diinginkan, layanan ini akan segera menawarkan sejumlah alternatif perjalanan (plan trip). Tinggal pilih, dan langsung booking untuk tiket pesawat.

Untuk itu, yang perlu Anda lakukan hanya menginstal aplikasi EFO sebesar 380 kb di PDA yang sudah dilengkapi akses GPRS (general packet radio service). Pengguna HP malah lebih mudah. Aplikasi ini bisa langsung digunakan dengan mengetikkan alamat tertentu setelah perusahaan penyedia jaringan mengaktifkan fasilitas WAP (wireless application protocol). Tidak ada satu sen pun biaya yang harus dikeluarkan untuk layanan ini, kecuali pulsa SIM card yang digunakan.

Tiga pemuda yang kerap menggunakan layanan informasi penerbangan ini tertarik membuat EFO setelah melihat tidak memadainya informasi tersebut, yang hanya ada di situs web. Situs web jelas akan menyulitkan bagi orang yang punya mobilitas tinggi. Selain itu, selama ini fasilitas booking yang terbatas juga sering mengecewakan calon penumpang–dan cenderung sudah dikuasai biro perjalanan. Akhirnya, Johnny dkk. membuat sebuah aplikasi enterprise yang berbasiskan XML Web Services. Untuk itu, mereka melakukan riset terlebih dahulu di sejumlah perusahaan penerbangan.

Prototipe awal EFO ini–juga jadi bahan skripsi Johnny dkk.–sangat cocok digunakan perusahaan penerbangan dalam melayani konsumennya yang loyal. Sebab, yang bisa melakukan booking atau download jadwal penerbangan dalam fasilitas EFO ini hanyalah para anggota frequent flyer yang sudah dibekali username dan password–sementara non-anggota tetap bisa mengecek info penerbangan. Booking service ini juga dilengkapi fasilitas waiting list, yang secara otomatis akan mengatur status booking dan mengirim SMS untuk menyampaikan kode booking-nya.

Keunggulan layanan EFO ini makin bertambah karena perusahaan penerbangan selaku pemasok data tidak harus merombak infrastruktur teknologi mereka. “Kami sudah mendesain teknologi ini sepraktis mungkin sehingga airliner hanya perlu menyediakan tempat untuk server kami di kantornya,” ujar Budi. Menurut mereka, beberapa perusahaan sudah memuji keandalan aplikasi ini. So, siapa yang mau lebih dulu meminangnya?

Budi Putra

TEMPO Edisi 030302-052/Hal. 64      Rubrik Teknologi Informasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: