Bersahabat dengan Teknologi

4, July, 2005

SEORANG teman di Yogyakarta pernah melontarkan celutukan menarik soal teknologi wireless alias tanpa kabel. Menurut dia, teknologi nirkabel, sebetulnya sangat religius.

“Kalau masih menggunakan kabel, sama saja seperti ketika kita berhubungan dengan Tuhan masih memerlukan perantara seperti pemuka agama, dukun, dan lain-lain,” ujarnya. “Lain halnya dengan wireless. Kita cukup langsung saja berhubungan dengan Tuhan dengan cara berdoa.”

Ia tentu tidak sedang berfatwa. Tapi setidaknya, imajinasi uniknya itu menunjukkan bahwa ia adalah salah satu dari sekian banyak orang yang berada di “mazhab” nirkabel.

Perlahan tapi pasti, teknologi yang kita gunakan sehari-hari memang sudah mulai mengarah pada nirkabel. Mulai dari telepon, mouse hingga modem kini tak lagi menggunakan kabel.

Diawali dengan teknologi inframerah yang mampu membuat mesin-mesin bisa saling berkomunikasi, kini juga diramaikan oleh teknologi Bluetooth yang sangat populer di kalangan pengguna telepon seluler. Pesona Wi-Fi melengkapi deretan kemajuan itu.

Bukan komputer pribadi, tapi teknologi seluler-lah yang mendorong kita segera masuk ke era nirkabel. Telepon seluler kini sudah jadi semacam oksigen, dibutuhkan hampir oleh setiap orang. Perkembangan teknologi bergerak ini memang cepat sekali, lebih cepat dan lebih luas ketimbang penggunaan PC.

Lihatlah evolusinya yang relatif cepat dan proyeksinya ke depan pun sudah kian terang benderang.

Sistem telepon seluler yang umumnya digunakan sekarang adalah teknologi generasi 2,5G dan 3G. Teknologi ini masih akan berkembang dan disempurnakan. Setidaknya hingga 2010, sudah ada peta jalan yang disiapkan.

Generasi pertama (1G) telepon seluler adalah analog. Generasi pertama seperti standar AMPS masih populer di Amerika Serikat dan NMT di negara-negara Skandinavia, tapi jarang digunakan di negara lain.

Generasi kedua (2G) yang paling populer adalah GSM (Global System for Mobile Communication), tapi ada juga beberapa sistem lain yang juga digunakan – seperti TDMA (Time Division Multiple Access) dan CDMA (Code Division Multiple Access) — di berbagai belahan dunia.

Sebagian besar operator meningkatkan kapasitas jaringan 2G mereka menjadi akses kecepatan yang lebih tinggi. Berbeda dengan WAP (Wireless Application Protocol), GPRS (General Packet Radio Service) muncul sebagai primadona teknologi 2,5G.

Selanjutnya, ada EDGE yang dianggap sebagai langkah awal menuju 3G. Generasi ketiga ini mencoba menghadirkan berbagai layanan terdepan, termasuk kecepatan data hingga 2 Mbps dan video-conference.

Jaringan generasi keempat (4G) yang masih di laboratorium ini, penggunaannya ditargetkan pada awal 2010. Sistem ini akan melayani kecepatan data hingga 100 Mbps, cukuplah untuk telepresence.

Seorang editor senior majalah Network yang berbasis di San Francisco, Andy Dornan, menyusun sebuah prediksi bagaimana teknologi nirkabel berkembang.

Pada 2005, ia memperkirakan akan muncul standar LAN nirkabel di komputer: Setiap komputer baru akan memiliki koneksi LAN nirkabel built-in, yang memungkinkan penggunaan jaringan yang simpel.

Percakapan dengan komputer akan bisa dilakukan pada 2007. Internet di Mars diperkirakan sudah ada pada 2008. Dua tahun kemudian, 2010, akan sangat sulit menemukan perkakas-perkakas rumah tangga yang tak memiliki koneksi Internet built-in.

Setelah itu akan muncul mobil berpengendali jarak jauh, holophone di mana telepon seluler akan mampu memproyeksikan gambar-gambar bergerak tiga dimensi. Pada 2025, pengenalan pikiran akan menjadi bentuk input yang standar.

Lima tahun kemudian, 2030, diperkirakan manusia akan memiliki perangkat keras data nirkabel di otaknya, yang memungkinkan komunikasi telepati instan.

Kegiatan belajar misalnya, akan menjadi kegiatan yang usang sebab jaringan-jaringan berkecepatan tinggi akan memungkinkan orang untuk mengakses seluruh pengetahuan orang lainnya semudah ia mengingat apa yang ada di kepalanya sendiri.

Bukan manusia, ternyata teknologi-lah yang mendekati manusia. Sebuah persahabatan era digital. Kalau kita mencoba menjauh, kitalah yang akan rugi. Sebab teknologi hanyalah alat — yang akan membantu dan mempermudah kita — dan bukanlah tujuan. (KT 031004)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: