Napas Panjang Pesan Singkat

25, August, 2005

LEBIH dari satu triliun pesan singkat di dunia terkirim dari telepon seluler sepanjang 2003 dan 2004.

Pesan singkat alias SMS (short message service) telah menjadi bagian penting dari keseharian orang di dunia. Menurut sebuah statistik, setidaknya 35 SMS dikirimkan oleh pengguna global setiap bulannya (www.cellular.co.za).

Bukan hanya karena kalangan muda telah menganggap pesan teks maksimal 160 karakter itu menjadi “lingua franca” dalam pergaulan antarmereka, tapi lebih dari itu, SMS sudah menjadi semacam candu bagi semua tingkat usia: mulai anak-anak hingga orang tua sudah terjangkiti wabah ini.

Kecenderungan ini, tak diragukan lagi, dimanfaatkan oleh banyak kalangan sebagai media komunikasi untuk mencapai sasarannya: sebagai sarana komunikasi politik, sosial, atau sebagai layanan nilai tambah dalam berbisnis.

Bahkan seorang presiden di Indonesia membuka nomor khusus bagi rakyatnya yang ingin menyampaikan kritik perihal penyelenggaraan pemerintahan.

Namun, saking semangatnya, layanan ini ternyata tak disiapkan dengan baik sehingga mengakibatkan nomor tersebut tulalit dihajar pesan dari rakyat yang tak sabar dan sudah lama terbakar oleh masalah sehari-hari.

Bukan sekadar efektif mencapai sasaran, SMS sekaligus adalah cara pintar mengeruk keuntungan dari gelombang pulsa yang tersedot dari aktivitas itu.

Kecanduan SMS di kalangan lebih dari 1,52 miliar pengguna seluler di dunia jelas merupakan tambang duit luar biasa bagi industri seluler dunia.

Tapi mungkin tak banyak yang tahu bahwa sukses besar bisnis SMS ini sesungguhnya bukanlah sebuah sukses yang diniatkan.

Pasalnya, pada awalnya fungsi utama SMS adalah media bagi operator untuk memberitahu pengguna seluler bahwa mereka memiliki pesan suara (voice-mail) baru di ponsel mereka.

Namun, dalam perkembangannya, fasilitas ini cepat populer di kalangan pengguna telepon seluler sehingga memunculkan layanan pengiriman pesan singkat antarpengguna, jadi bukan lagi sekadar layanan satu arah antara operator dan pelanggannya.

Dikirimkan pertama kali pada Desember 1992 dari sebuah komputer ke sebuah telepon seluler dalam jaringan Vodafone di Inggris, kini dan tampaknya di masa datang, layanan pesan singkat tetap akan memikat hati banyak kalangan.

–Koran Tempo, 26/06/2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: