Ngebut dengan Bluetooth

25, August, 2005

HARI gini gak punya Bluetooth? Celutukan semacam itu menunjukkan betapa teknologi yang relatif baru ini sudah menjadi keseharian para pengguna perkakas teknologi.

Teknologi ini diusulkan oleh Ericsson dan didukung oleh IBM, Intel, Nokia, dan Toshiba. Mereka membentuk Bluetooth Special Interest Group pada 1998. Dukungan juga muncul dari Microsoft, 3Com, Lucent, dan Motorola.

Istilah Bluetooth memang terdengar aneh karena secara harfiah artinya gigi biru. Tapi sesungguhnya ihwal nama ini tak ada hubungannya dengan gigi –gigi biru pula.

Sebenarnya Bluetooth adalah nama seorang Raja Denmark, Harald I Bluetooth atau Harald Blatand, raja keturunan suku Viking yang berkuasa pada 940 – 985 sebelum Masehi.

Kepemimpinannya yang gemilang di Denmark dan Norwegia, membuat Blatand alias Bluetooth dianggap mampu mengendalikan kedua negara itu dari jarak jauh — layaknya komunikasi nirkabel saat ini.

Bluetooth adalah suatu teknologi komunikasi nirkabel yang memanfaatkan frekuensi radio ISM 2.4 GHz untuk menghubungkan perangkat teknologi secara terpisah dengan jangkauan yang relatif pendek.

Dengan perantara koneksi Bluetooth, perangkat-perangkat seperti telepon seluler, PDA, komputer, printer dan kamera dapat saling bertukar informasi atau data.

Jika pakar multimedia Nicholas Negroponte dalam bukunya Being Digital (1995) pernah meramalkan suatu saat sesama mesin akan bisa saling berkomunikasi, agaknya inilah salah satu contoh yang paling anyar dan segar.

Teknologi Bluetooth memang sangat membantu. Koneksi ini misalnya bisa digunakan untuk saling bertukar foto atau video antarponsel tanpa perlu menggunakan pulsa sedikitpun.

Seorang pengguna headset yang sedang menjawab telepon bisa jalan ke ruang lain di rumahnya sementara ponselnya di kamar sedang mengunduh file dari Internet.

Bahkan, ponsel Nokia 8800 yang sedang memutar musik MP3 bisa “memerintahkan” perangkat loud-speaker untuk memainkan musik tersebut secara stereo.

Di masa datang, fasilitas semacam remote control akan didominasi oleh teknologi Bluetooth: mungkin untuk menyalakan AC, mematikan dispenser atau membuka pintu kulkas.

Jika berbagai perangkat teknologi semakin ngebut dengan Bluetooth, mengapa Anda tidak mempertimbangkan untuk membeli produk yang berkemampuan Bluetooth juga?

Alasannya sederhana: agar produk yang Anda beli sekarang tetap bisa dipakai di masa datang: di mana berbagai perangkat teknologi dipastikan memiliki kemampuan ini.*

–Koran Tempo 10/7/2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: