Saksi Mata Peristiwa

25, August, 2005

SEBAGIAN foto eksklusif tragedi bom London 7/7 lalu berasal dari telepon seluler yang dilengkapi dengan kamera dan perekam video.

Fenomena ini menunjukkan betapa sebuah teknologi yang sejatinya dipasarkan sebagai perkakas hiburan ternyata mampu memainkan peran penting dalam konteks jurnalistik terbaru.

Sebuah foto yang diambil oleh seorang penumpang kereta bawah tanah (subway) yang terperangkap berkaitan dengan ledakan bom yang mematikan, dalam beberapa jam sudah ditayangkan di layar televisi dan situs web.

Meski hasil fotonya sedikit blur dan kurang cahaya (yang lebih disebabkan oleh situasi darurat dan panik), tak pelak lagi, suasana mencekam di dalam subway yang terekam ponsel kamera itu adalah sebuah dokumentasi sejarah yang berharga.

Di sinilah keunggulan kamera yang terbenam di dalam ponsel dibanding kamera biasa ataupun kamera digital. Setiap saat orang pasti membawa ponselnya, tapi belum tentu senantiasa menenteng kamera.

Telepon seluler memang bukan lagi sebuah telepon. Sebuah ponsel yang diperkenalkan di arena CeBIT di Hannover, Jerman, tiga bulan lalu, bahkan memungkinkan penggunanya melakukan banyak hal ketimbang sekadar menelepon.

Handset terbaru Samsung itu memiliki kamera digital 7 megapiksel. Padahal sejauh ini kamera digital yang populer di pasar–khususnya bagi kalangan penggemar fotografi nonprofesional–hanya memiliki resolusi 3 atau 4 megapiksel.

“Telepon seluler kini lebih dari sekadar keypad dan tiga jam waktu bicara,” ungkap Matt Moore dalam kolomnya di sebuah situs informasi digital.

Dalam waktu relatif singkat, kehadiran ponsel kamera berhasil mengubah peta bisnis dan industri kamera digital secara drastis. Bukan lagi sekadar ancaman, tapi ponsel kamera sudah menjadi musuh paling nyata bagi industri kamera digital.

Menurut Photo Marketing Association International (www.pmai.org), penjualan ponsel kamera sudah mencapai angka 215 juta buah, sedangkan kamera digital baru sekitar 18,2 juta buah.

Semua itu sangat dimungkinkan oleh “mata” telepon seluler yang kian tajam. “Tiga dari empat foto digital saat ini diambil dari ponsel kamera,” ujar seorang praktisi seluler.

Apalagi karena fungsinya sudah jauh lebih variatif ketimbang sekadar untuk mengabadikan foto-foto keluarga dan wisata.

–Koran Tempo, 17/07/2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: