Ikon Digital yang Mengubah Dunia

26, August, 2005

FITUR apa yang diinginkan orang menyangkut telepon seluler di masa depan? Sebuah survei menemukan, pengguna teknologi bergerak memiliki pilihan dan selera yang beragam.

Sebagian besar responden, menurut lembaga riset In-Stat, menginginkan ponsel yang berkemampuan Wi-Fi dan Skype, aktivasi suara untuk menginput teks, pemetaan jalan dan rute lalu-lintas. Sebagian kecil lainnya menginginkan ponsel bisa menjadi dompet digital dan perangkat yang bisa dijadikan untuk menikmati siaran televisi.

Sebagaimana yang kita ketahui, sejumlah ponsel pintar saat ini sudah memiliki kemampuan Wi-Fi (wireless fidelity) dan bisa digunakan di hotspot-hotspot yang kini sudah bertaburan di mana-mana.

Akses internet berpita-lebar nirkabel ini memang sangat menarik dan menjadi layanan nilai tambah bagi tempat-tempat publik tertentu dengan cara menyediakan layanan ini secara gratis bagi para pengunjungnya.

Selain Wi-Fi, ikon teknologi informasi lain yang juga menyita perhatian adalah kehadiran peranti lunak Skype. Software yang bisa digunakan untuk melakukan dan menerima panggilan telepon melalui protokol Internet (VoIP) ini dengan cepat mewabah.

Berjalan dengan baik di koneksi internet berpita-lebar, siapa pun yang menggunakan Skype bisa saling berkomunikasi suara jarak jauh, antarpulau, antarnegara bahkan antarbenua secara gratis.

Bahkan, seorang pengguna Skype berbasis PC sudah bisa menelepon langsung ke pengguna telepon biasa dengan biaya supermurah (2 sen dolar / Rp 180 per menit) yang berada di negara manapun.

Jika awalnya Skype hanya bisa digunakan antarpengguna melalui komputer ataupun laptop, kini sudah bisa pula digunakan di komputer genggam macam PDA ataupun Pocket PC. Perkembangan terbaru, Skype pun sudah bisa dinikmati di telepon cordless rumahan.

Dalam waktu dekat diramalkan Skype juga singgah di ponsel pintar dan memanfaatkan akses Wi-Fi untuk mengoperasikannya.

Fenomena Wi-Fi dan Skype memang layak dicermati. Kedua teknologi ini adalah “kambing hitam” yang paling menyeramkan. Keduanya, di luar dugaan banyak orang, telah mengubah peta bisnis dan industri teknologi informasi.

Dengan Wi-Fi orang tak perlu lagi berurusan dengan penyedia jasa internet (ISP) hanya untuk mengakses Internet.

Mereka hanya perlu menyediakan perangkat yang berkemampuan Wi-Fi, lalu mampir ke tempat yang ada hot-spot, dan langsung menikmati akses internet berkecepatan tinggi. Semua itu bisa dinikmati secara gratis atau dengan charge yang relatif murah.

Sementara teknologi VoIP-Skype adalah ancaman paling nyata bagi operator telepon yang mengelola sambungan langsung internasional (SLI).

Kalau sebelumnya operator di sejumlah negara berkembang masih lega karena Skype hanya bisa digunakan antarpengguna komputer, tapi sekarang kondisinya sudah berubah: panggilan dari laptop atau PDA yang menggunakan Skype sudah bisa langsung ke pengguna telepon rumahan (fixed-line).

Semuanya bahkan bisa dilakukan tanpa perlu kuatir apakah regulasi suatu negara mengizinkan layanan semacam ini atau tidak.

Jelas, teknologi semacam ini sudah tak mungkin lagi dilarang-larang atau dihalang-halangi. Teknologi ini tak lebih dari inovasi kreatif yang memanfaatkan kemajuan internet sebagai jalan tol untuk berkomunikasi secara praktis dan murah.

Saya yakin, selain Wi-Fi dan Skype, akan muncul lagi kejutan-kejutan berikutnya yang tak hanya akan terus mengubah peta bisnis dan industri, tapi juga akan mengubah wajah dunia.

Bukankah abad digital sudah ada di depan kita?

–Koran Tempo, 17/04/2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: