Kantor Nol Kilometer

26, August, 2005

MAU terhindar dari jalanan macet yang menjengkelkan? Mau terhindar dari deru dan debu kendaraan bermotor yang berseliweran di jalan? Mau tetap bekerja tanpa harus buru-buru berangkat kerja setiap pagi?

Ada solusi yang layak dipertimbangan untuk dicoba: menjalankan bisnis sendiri di rumah. Istilah kerennya SOHO (small office home office).

Konsepnya sederhana: bagaimana menjalankan sebuah perusahaan, perusahaan kecil tentunya, di rumah. Sebagian besar waktu Anda di rumah, tetapi pendapatan tetap terjaga.

Selalu di rumah tak selalu berarti menganggur. Ya, rumahlah yang dijadikan kantor. Pemilik usaha ini tinggal melengkapi usahanya dengan perangkat teknologi yang kini bisa didapatkan dengan harga yang kompetitif tetapi tetap memiliki kemampuan yang andal.

Di negara-negara maju, bisnis SOHO sudah menjadi hal yang biasa. Di Indonesia, beberapa kisah sukses sudah sering kita baca di media. Artinya, sekarang, di mana saja di berbagai belahan dunia, merancang SOHO bukan lagi sesuatu yang sulit dijangkau.

Semua itu dimungkinkan berkat terjadinya pergeseran paradigma dalam bekerja. Kemajuan teknologi informasi (TI) yang diprimadonai Internet yang menjadi lokomotifnya.

“Sebuah paradigma yang mungkin sulit untuk dihayati bagi sebagian besar profesional di Indonesia,” ungkap Onno W. Purbo, pakar TI yang juga seorang outsourcer proyek-proyek TI dari berbagai negara.

“Seorang profesional TI bekerja di rumah, tanpa memiliki perusahaan, tanpa bekerja di perusahaan atau konsultan manapun, tanpa bekerja pada siapapun — benar-benar sendiri saja,” ulasnya.

Ia mencontohkan, sebagai karyawan di era cyber seperti sekarang ini, seseorang tidak perlu secara fisik duduk di kantor berjam-jam. Pasalnya, hanya dengan ponsel dan laptop, seseorang bisa mengakses data, e-mail, fax, voice mail di mana pun ia berada.

Bahkan di beberapa perusahaan, para stafnya cukup berkumpul sekali atau dua kali dalam seminggu mengkuti rapat. Selain itu, pertemuan juga dapat dilakukan secara jarak jauh, misalnya melalui conference call multi party dengan harga yang terjangkau.

Jika perusahaan-perusahaan besar saja sudah mencoba mengoptimalkan pertemuan virtual yang memang sangat efisien, mengapa bisnis rumahan dan usaha kecil menengah tidak memanfaatkan momen ini dengan baik?

Pada era sekarang ini, bukanlah yang besar yang berhasil, tapi yang cepat. Dan untuk melakukan sesuatu yang cepat dan tepat itu sejatinya bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk oleh SOHO.

Memang tidak semua bidang bisa di-SOHO-kan. Usaha-usaha yang lazim dikerjakan dalam format SOHO adalah pekerjaan yang berkaitan dengan konsultasi, jasa bekerja jarak jauh, penerjemahan, penulisan naskah, desain grafis, tutorial, dan jasa-jasa yang terkait TI.

Namun, yang namanya bisnis, apakah itu berskala besar, menengah ataupun SOHO, intinya tetap sama: profesionalisme tetap nomor satu. Yang berubah hanyalah media dan model pengelolaannya.

Pola promosi dan pemasaran bisa dilakukan melalui mailing list maupun dengan memajangnya di situs web sendiri. Jadi silahkan dipajang portopolio yang sudah dan sedang dikerjakan di situs web milik sendiri.

SOHO memang sebuah peluang yang cukup terbuka, asalkan si penggagas mampu memilih jenis usahanya dengan cermat, mampu mengkalkulasi peluangnya dengan baik dan pintar mengkapitalisasi jaringan yang sudah ada.

Meski semua ini tak bisa dikatakan mudah untuk dilakukan, tapi keberhasilannya juga bukan sesuatu yang mustahil.

Yang jelas, inilah kesempatan untuk menikmati kantor yang jaraknya hanya “nol kilometer” dari rumah sendiri. Anda tetap bekerja sambil tetap bercengkrama dengan keluarga di rumah.

Sebuah romantisme zaman digital yang tak terbayangkan sebelumnya.

–Koran Tempo, 13/02/2005

2 Responses to “Kantor Nol Kilometer”

  1. siyose Says:

    Artikel yang menarik, tapi sepertinya dengan asumsi SOHO tersebut
    tidak mempunyai karyawan ya? Kalau sudah punya karyawan
    apa tidak menimbulkan masalah seperti yang terjadi di Pondok Indah ?

  2. thegadget Says:

    Bisa betul, bisa pula tidak. Tapi biasanya karyawan SOHO tidak banyak. Kalau pun banyak, mereka masing2 akan bekerja di rumah sendiri.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: