Mobilitas: Selamat Tinggal Absensi

26, August, 2005

BETULKAH di masa datang ke kantor tidak diperlukan lagi? Betulkah pertemuan secara fisik antara karyawan akan semakin berkurang?

Sejak lima tahun terakhir sejumlah perusahaan besar sudah mulai mengakomodasi konsep mobilitas di mana karyawannya tidak selalu harus datang ke kantor.

Tentu sangat bergantung pada jenis usaha dan pekerjaannya juga. Untuk pekerjaan-pekerjaan yang mengharuskan sebagian karyawannya menghabiskan lebih banyak waktu di lapangan, gagasan mengenai waktu yang fleksibel tentu menjadi sangat relevan dan signifikan.

Tapi tentu tidak semua karyawan memiliki jenis tugas yang sama. Misalnya ada karyawan yang lebih banyak mengurusi pekerjaan kantoran — tentu tidak bisa disamakan dengan mereka yang mobile.

Lalu bagaimana mengakomodasi keduanya? IBM menawarkan solusi menarik. Perusahaan teknologi informasi terkemuka ini menawarkan dua opsi: memilih jadi karyawan bergerak (mobile employees) atau karyawan yang bisa bekerja jarak jauh (telecommuting).

Sistem ini diterapkan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi. Karenanya, setiap karyawan akan dibekali dengan komputer notebook yang komplet dan perusahaan menyediakan infrastrukturnya.

Pilihan pertama ditawarkan kepada karyawan yang karena tugasnya lebih sering bertemu pelanggan dan klien di lapangan, sehingga sangat tidak efisien kalau mereka harus datang lagi ke kantor.

Pilihan kedua ditujukan kepada karyawan kantoran yang tetap bisa mengerjakan tugasnya di rumah pada waktu-waktu tertentu.

Keuntungannya jelas: karyawan bisa fleksibel mengatur waktunya, intensitas pertemuan dengan pelanggan bisa lebih tinggi dan tugas-tugas yang dikerjakan di rumah bisa cepat selesai.

Perusahaan sendiri akan mendapati para karyawannya yang produktif dan termotivasi. Belum lagi penghematan dari segi operasional dan ruang kantor.

Memang, bagi perusahaan yang sudah maju, output jauh lebih penting ketimbang proses yang panjang dan kaku.

Di perusahaan-perusahaan konvensional, mengisi absen di kantor masih menjadi kewajiban yang tak bisa ditawar-tawar.

Bahkan tetap berlaku bagi karyawannya yang sering di lapangan, tapi tetap harus tergopoh-gopoh menembus kemacetan hanya karena diwajibkan datang ke kantor.

Apalagi diperparah pula oleh budaya perusahaan yang masih konservatif: sang bos akan marah jika tidak melihat bawahannya nongol di kantor: absensi wajah menjadi krusial.

Belum lagi karena infrastrukturnya sangat tidak memungkinkan untuk bekerja jarak jauh, sehingga karyawan-karyawan yang sekalipun layak bekerja jarak jauh hanya bisa gigit jari.

Padahal teknologi saat ini sudah memungkinkan perusahaan manapun bisa menawarkan opsi mobile dan telecommuting kepada karyawannya — tentu dengan format dan intensitas sesuai kebutuhan masing-masing.

Fasilitas webhosting yang kini menjamur ditawarkan bisa disulap menjadi intranet perusahaan di mana setiap karyawan bisa login untuk mengirimkan data, mengambil dokumen atau mengajukan klaim biaya operasional.

Ketimbang melarang-larang karyawan yang hobi chatting, layanan macam Yahoo atau MSN Messenger sesungguhnya bisa dioptimalkan perusahaan untuk menjalin komunikasi dengan karyawannya yang berada di berbagai tempat untuk keperluan-keperluan produktif.

Atau yang lebih maju lagi, perusahaan bersedia membekali karyawannya dengan notebook, smartphone, PDA atau Blackberry untuk memudahkan koneksi ke internet.

Mulai memikirkan bagaimana merancang format bekerja jarak jauh bagi karyawan, jauh lebih penting bagi sebuah perusahaan ketimbang menghabiskan waktu dan tenaga menyelidiki karyawan yang sering absen atau lupa mengisi daftar hadir.

Come on. Bukankah kemajuan teknologi seperti sekarang adalah sebuah peluang?

–Koran Tempo, 6/03/2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: