Tak Ada (Data) yang Tak Penting

26, August, 2005

Kecepatan prosesor. Memori. Kapasitas hard disk drive. “Kita telah sampai pada suatu titik ketika komponen-komponen tersebut tidak lagi menjadi nilai tambah di mata pengguna komputer pada umumnya,” ujar seorang praktisi teknologi informasi di Jakarta pekan lalu.

Itulah sebabnya, menurut Soeparwan Soeleman, Country Manager Personal Computing Division IBM Indonesia, mengapa pihaknya mengembangkan sebuah strategi baru yang memberikan nilai yang lebih tinggi bagi pengguna.

“Produk IBM masa kini bukan sekadar komputer pribadi, tetapi merupakan suatu alat yang dapat membuat pengguna lebih efisien dan produktif dalam menjalankan bisnisnya,” ujar Soeparwan saat peluncuran notebook IBM ThinkPad T43 dan R52.

Strategi baru ini, dia melanjutkan, jelas ditujukan untuk menghadapi tantangan bisnis yang rumit dengan menghadirkan teknologi yang lebih mudah digunakan, lebih intuitif, dan aman.

Aman? Di sinilah poinnya. Setiap pengguna perangkat teknologi yang digunakan dalam beraktivitas dan bisnis pasti menginginkan segala sesuatunya berjalan lancar, tidak ada gangguan, bahkan lebih-lebih lagi, tidak ada yang hilang.

Jadi apa, sih sesungguhnya yang selalu ingin kita selamatkan di komputer kita? Software-nyakah atau data yang tersimpan di komputer? Aplikasi, program, ataukah semua dokumen yang ada di dalamnya?

Kalau saya pribadi cenderung menganggap data yang lebih penting diselamatkan ketimbang, katakanlah, software aplikasi tertentu. Pasalnya, jika suatu ketika komputer atau notebook kita mengalami crash, kena virus, atau disusupi hacker, peranti lunak yang rusak, toh masih bisa dibeli lagi, kemudian diinstal. Semuanya beres.

Persoalannya, bagaimana dengan data yang hilang? Bagaimana dengan dokumen-dokumen Word, presentasi, spreadsheet, foto, grafik, atau bahkan address book yang ada di aplikasi e-mail? Mohon maaf, jika ikut hilang juga, semua itu tak mungkin dibeli–mau dibeli di mana?

Padahal, yang namanya data, adalah sesuatu yang sangat berharga. Sekilas, dokumen-dokumen digital yang berusia satu, dua, atau lima tahun lalu tidak berharga. Orang yang menganggap ini tidak penting pastilah sudah menyingkirkannya dari hard-disk drive–bahkan menghapusnya sambil siul-siul!

Namun, bagi orang yang paham nilai sebuah data–entah dengan cara apa semua itu nantinya akan dimanfaatkan–“tak ada yang tak penting”. Berita pers, kliping berita, newsletter, surat elektronik dari kolega bisnis, foto dokumentasi, bahkan “sekadar daftar” alamat URL dan e-mail adalah sesuatu yang sulit dinilai dengan uang.

Manajemen data yang bagus sesungguhnya bisa menciptakan peluang dan ide baru. Sebaliknya, manajemen data yang buruk bisa membuat seseorang kehilangan peluang!

Lalu bagaimana cara mengelola data dengan baik? Bagi kalangan bisnis, pilihan perangkat teknologi yang tepat, aman, praktis dengan solusi storage yang makin leluasa tentulah menjadi suatu keharusan. Untuk ini, tersedia banyak pilihan: IBM, HP, Dell, atau Toshiba–sekadar menyebut beberapa buah nama.

Bagi pengguna pribadi, semua itu bisa dimulai dari pengelolaan data di komputer pribadi dengan baik. Jangan main hapus saja. Pemilahan penempatan data dengan kategori yang tepat akan membantu mereka untuk memulai sesuatu yang bisa dikategorikan sebagai apresiasi yang tinggi terhadap data.

Jangan lupa, solusi back-up murah meriah di Internet sebaiknya jangan sampai disia-siakan. Storage gratis macam Yahoo Briefcase mengapa tidak Anda manfaatkan untuk menyimpan dan menata data penting Anda? Atau memanfaatkan kapasitas e-mail raksasa macam Gmail juga sebuah pilihan yang cerdas.

Terserah apa pun yang akan Anda pilih, tapi ingatlah suatu hal: data adalah “harta karun” digital yang bisa membantu Anda suatu ketika. Siapa tahu data juga bisa mengubah hidup Anda. –Koran Tempo, 27/03/2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: