Teknologi Ternyata Bisa Bikin Repot

26, August, 2005

ADA sebuah kutipan menarik soal apa itu teknologi bergerak. “Anda lihat kuda saya?” ujar Romeo, lelaki setengah baya, seorang sais bendi wisata di pusat kota Roma kepada majalah BREW Connection edisi musim gugur 2004. “Kuda adalah contoh yang baik mengenai mobilitas ketimbang sebuah telepon seluler!”

Persepsi yang berbeda mengenai teknologi yang sama adalah hal yang lumrah, dan sangat tergantung pada perspektif yang digunakan.

Bagi orang tertentu, ponsel tak lebih dari sekadar sebuah telepon yang biasanya ada di rumah, tapi kini bisa dibawa-bawa. Kelompok ini hanya menggunakan telepon seluler hanya untuk menelepon, bahkan terkadang membalas layanan pesan singkat (SMS) pun masih kagok.

Jadi tak usah bicara soal GPRS, LBS, Bluetooth, infrared atau Wi-Fi kepada kelompok ini. Paling mereka akan menjawab: “Buat apa? Bisa dipake buat menelepon nggak?”

Sementara bagi kalangan profesional, fitur-fitur di ponsel menjadi amat penting dan signifikan. Mereka sangat peduli dan antusias soal fitur-fitur baru yang menawarkan kemudahan. Mobilitas dan nirkabelitas menjadi kebutuhan yang tak bisa ditawar-tawar dari mereka.

Tapi, tunggu dulu. Apa iya seluruh kalangan profesional yang menjadi pengguna layanan seluler benar-benar serius dan antusias menggunakan fasilitas di ponselnya? Seberapa banyak dari kalangan ini benar-benar memanfaatkan seluruh fitur yang ada di ponselnya?

Seberapa banyak dari mereka yang benar-benar menggunakan fitur manajemen informasi personal (PIM) yang selalu ada pada semua ponsel kelas atas (high-end) — apalagi sekaliber smartphone?

Bisakah mereka mengoperasikan bagaimana mencetak dokumen dari ponsel ke printer? Adakah mereka membuat back-up buku alamat di ponselnya ke PC jadi kalau suatu saat ponsel rusak atau hilang, alamat-alamat penting tetap bisa diselamatkan?

Suatu ketika seorang sejawat yang bekerja di industri telekomunikasi bercerita kepada saya. Ia berkisah, ada seorang eksekutif yang dia kenal yang pada awalnya sangat senang dengan layanan pantau semacam location-based services.

Ia langsung mendaftarkan nomer ponsel anggota keluarganya, termasuk nomer ponselnya. Dengan layanan ini ia bisa dengan gampang memantau keberadaan anaknya, bisa tahu apakah istrinya sudah pulang belanja atau belum. Semuanya lancar-lancar saja.

Tapi “masalah” baru muncul – begitu si eksekutif bersangkutan mengistilahkannya – ketika ia menyadari bahwa sang istri juga begitu mudah memantaunya.

Kontan ia mulai merasa tak nyaman. Kemudian ia menelepon operator layanan ini untuk mengusulkan perubahan deskripsi lokasi. “Halo pak, saya mau ngasih usul nih,” ujarnya kepada petugas operator. “Bisakah deskripsi lokasi untuk daerah tertentu diganti saja? Untuk hotel X diubah menjadi Plaza Y saja yang memang berdekatan? Untuk club Z jadi gedung pertemuan Q yang memang tak berjauhan?”

Kalau sudah begini tentu repot jadinya. Pihak operator tentulah tidak mau begitu saja menerima usul semacam itu. Bagaimanapun layanan ini dibuat untuk membantu menemukan lokasi keberadaan si pengguna dengan tingkat akurasi dan presisi yang makin tajam.

Jadi kalau diubah-ubah semaunya, jelas akan merepotkan pengguna lain yang memang serius ingin memantau keberadaan anggota keluarganya.

Terus, bagaimana reaksi si eksekutif ketika operator tersebut tak bisa memenuhi permitaannya? “Tak rumit-rumit, ia langsung minta dikeluarkan dari layanan tersebut, dengan alasan sudah ganti nomer baru,” sahut sejawat saya itu. “Tentu, ia tak akan mau lagi mendaftarkan nomor barunya itu,” sambungnya tertawa.

Pengguna teknologi bergerak seperti eksekutif tersebut sepertinya lebih setuju bahwa kuda adalah contoh yang baik soal mobilitas, dan bukannya telepon seluler: bagi dia teknologi hanya bikin repot saja! –Koran Tempo, 27/02/2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: