Membangun Kota Digital

2, October, 2005

TAK lama lagi, akses Internet akan menjadi oksigen bagi semua orang. Semua orang berhak menghirupnya, tak perlu bayar. Pengembangan teknologi jaringan berpita-lebar nirkabel dengan jangkauan superluas memungkinkan gagasan itu terwujud.

Namanya WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access), nama populer dari standar jaringan nirkabel 802.16 yang dijuluki Metropolitan Area Network (MAN) ini.

Jika akses Wi-Fi (802.11a, b, dan g)–sang pendahulu–hanya memiliki jangkauan akses sampai 100 meter, si bontot ini secara teoretis lebih canggih lagi, yakni dengan jangkauan akses superluas hingga 50 kilometer!

Prinsipnya mirip dengan sentra akses alias hot-spot ala Wi-Fi–seperti yang sudah bisa dinikmati di sejumlah tempat di beberapa kota di Indonesia–hanya jangkauan teknologi anyar ini jauh lebih luas.

Bayangkan, jika ada satu menara WiMAX di Jakarta, misalnya, semua orang di Jakarta hingga ke Bogor bisa menikmati akses Internet tersebut secara gratis. Caranya, tinggal membeli perangkat seperti komputer, laptop, atau ponsel yang berkemampuan WiMAX, semuanya beres.

Pekan lalu, Intel Corporation mengumumkan Asian Broadband Campaign (ABC), sebuah program kerja sama regional yang ditargetkan mempercepat penggunaan pita-lebar nirkabel di negara-negara Asia Tenggara.

Perusahaan produsen prosesor terkemuka ini mengandalkan WiMAX dalam upaya menjembatani kesenjangan digital dan mulai membangun kota-kota digital di kawasan ini.

Dibandingkan dengan teknologi nirkabel lainnya, WiMAX memiliki sejumlah keunggulan. Selain jangkauannya sangat luas, juga tidak terkendala line of sight dan efisien dalam penggunaan frekuensi.

Menurut WiMAX Forum, teknologi akses yang sudah bisa dikembangkan ini bertujuan menjadikan akses jaringan pita-lebar bisa tersedia secara luas tanpa dipusingkan oleh kabel-kabel atau keterbatasan jarak macam layanan DSL (Digital Subscriber Line).

Pada paruh kedua 2005, WiMAX akan tersedia bagi instalasi dalam (indoor) dengan antena lebih mungil dibanding yang digunakan pada sentra akses Wi-Fi saat ini.

Pada 2006, teknologi ini akan diintegrasikan kepada komputer bergerak untuk mendukung roaming antarmenara layanan WiMAX.

Sebuah lembaga riset yang berbasis di New York, Visant Strategies Inc., memperkirakan penjualan produk-produk WiMAX akan mencapai US$ 1 miliar pada 2008. (Koran Tempo, 2/10/2005)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: