Teknologi Sesuai dengan Selera

26, March, 2006

Salah satu revolusi besar dalam era digital adalah ketika semua kendali berada di tangan konsumen. Bukan teknologi, tapi sebaliknya, manusialah yang akan memegang kendali.

Contoh yang paling gamblang adalah TiVo. Perangkat perekam program TV, TiVo, memang sangat digandrungi pemirsa televisi di Amerika Serikat. Mereka tak perlu bergegas pulang ke rumah hanya untuk menyaksikan acara favoritnya. Mereka cukup meminta TiVo merekamnya dan menayangkannya kembali.

Bahkan TiVo juga bisa menjalankan “perintah” agar membuang tayangan komersial yang muncul di sela-sela acara yang sedang direkam.

TiVo memang mengubah cara orang menonton TV yang sebelumnya “terperangkap” oleh waktu dan jadwal penayangan.

Jangan lupa, TiVo yang juga terhubung ke Internet pita-lebar ini juga bisa mengunduh film ke pesawat TV. Konsumen bisa menikmati film sekualitas DVD tanpa harus punya pemutar DVD.

Terilhami oleh sukses ini, perusahaan Jepang, Sun-Denshi, membuat perangkat semacam TiVo tapi buat program radio. Namanya TalkMaster II. Hadir dalam model berkapasitas 128 MB, 512 MB, dan 1 GB, TalkMaster II memiliki 20 pengatur waktu yang memungkinkan pengguna merekam acara radio kegemarannya dan memutarnya kembali kapan pun.

Kapasitasnya bisa didongkrak dengan rongga kartu SD yang tersedia. Selain bisa merekam saluran AM (mono) dan FM (stereo), TMII juga bisa merekam sumber-sumber eksternal, seperti MP3, WMA, hingga RVF. Bergantung pada kapasitas memori internalnya, TMII dibanderol dengan harga antara US$ 240 dan 330.

Sebagaimana TiVo, TalkMaster juga mengubah cara orang menikmati radio. Semuanya atas dasar keinginan–on demand–dan bukan atas dasar selera dan keinginan pengelola kedua stasiun tersebut.

Pakar digital MIT, Nicholas Negroponte, juga meramal cara orang menikmati TV akan berubah sama sekali: orang hanya akan menikmati program yang ia sukai. Jadi, jika dua orang sedang menonton saluran yang sama pada jam yang sama, mereka akan mendapati dua acara yang berbeda.

Bukan teknologi, tapi sebaliknya, manusialah yang akan memegang kendali, bukan? [G!]

Koran Tempo, 26 Maret 2006 | e-culture

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: