Menaruh Harap pada Arsip Digital

2, April, 2006

Seorang rekan pernah bertanya: "Jika era digital benar-benar terjadi dan kertas tidak diperlukan lagi, bagaimana nasib kantor arsip? Apakah kantor arsip di masa datang tidak diperlukan lagi?"

Kemudian, dia menanyakan lagi, "Jika terkait dengan masalah hukum, apakah arsip digital bisa diterima oleh pengadilan, misalnya?"

Kehadiran arsip digital, di masa datang, tidak bisa dielakkan lagi. Cepat atau lambat sebagian besar dokumen resmi yang selama ini tercetak pada lembaran kertas akan menjelma menjadi citra digital.

Di negara-negara maju, bahkan tanda-tangan digital (digital signature) untuk mengesahkan dokumen digital sudah dapat diterima. Tinggal bagaimana cyber-law (undang-undang teknologi informasi) dibuat dan disahkan.

Di Indonesia sendiri Rancangan Undang-Undang Teknologi Informasi semacam masih dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. Belum jelas kapan itu akan disetujui menjadi undang-undang.

Itu artinya penggunaan arsip digital–salah satunya, karena cyberlaw tidak hanya mengatur soal ini–segera diimplementasikan di negara kita. Penerapannya mungkin akan dilakukan secara bertahap, misalnya, dokumen apa yang boleh atau belum boleh didigitalkan dan lain sebagainya.

Keterbatasan dokumen-dokumen konvensional, misalnya sangat tidak aman, membuat sebagian kalangan menganggap penyimpanan digital merupakan media yang menjanjikan di masa depan.

"Budaya kita menumpukan harapan pada perlindungan elektronik," kata Jack Rakove, profesor sejarah di Stanford University. "Pengarsipan elektronik tampaknya menjadi cara paling ekonomis dan aman untuk menyimpan apa yang ada saat ini."

Pengesahan penggunaan dokumen digital memang semakin mendesak untuk segera diterapkan di Indonesia.

Pasalnya, arsip-arsip konvensional seperti sekarang ini dengan mudah bisa dilenyapkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Kasus bobolnya satu bundel berkas perkara korupsi di Gedung Mahkamah Agung pekan lalu membuktikan hal itu.

Sementara itu, arsip digital tak mungkin dicuri karenaa sebelum di-akalin oleh pihak tertentu, cadangan alias back-up dokumen digital dapat dengan mudah disimpan di berbagai tempat.

Wajar kalau koruptor, orang yang antitransparansi, atau orang yang otaknya bermotif jahat tak terlalu bahagia dengan gagasan arsip digital ini. [G!]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: