IBM: Lima Trend akan Ubah Perbankan Global

10, April, 2006

IBM merilis sebuah penelitian penting yang mengungapkan berbagai tren dan inovasi utama yang akan mendefinisikan industri perbankan global di tahun 2015.

Penelitian ini, “Banking 2015: Defining the Future of Banking” meramalkan tren di dunia perbankan untuk menciptakan sebuah wawasan unik terhadap kekuatan persaingan yang akan dihadapi dunia perbankan di dekade yang akan datang. Penelitian ini juga menyoroti bisnis baru dan inovasi teknologi serta tren sosial yang akan mengubah bentuk transformasi industri.

Survei ini, dilaksanakan oleh unit penelitian pasar IBM, The Institute for Business Value, bertepatan dengan terjadinya perubahan pesat yang didorong teknologi informasi baru, regulasi global dan pasar-pasar baru di Asia, Eropa Timur dan Amerika Selatan yang mencapai tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 7,1% dari tahun 2000 hingga 2015. IBM memprediksikan dirinya akan mencapai tingkat pertumbuhan sebesar 7,6%.

IBM menemukan bahwa akan timbul lima tren utama yang akan menentukan keberhasilan pasar di tahun 2015:

  • Nasabah yang memegang kenali. Para nasabah akan menjadi pengguna layanan keuangan yang cerdas, terinformasi dan handal. Mereka akan tertarik hanya pada penyedia layanan yang dapat memenuhi kebutuhan mereka yang spesifik.
  • Pesaing ceruk khusus. Pengkonsolidasian pasar akan tetap berlangsung, sehingga bank-bank besar akan semakin besar. Namun, mereka akan menghadapi pesaing-pesaing yang cekatan, termasuk BPR, spesialis industri dan lembaga keuangan non-bank yang memfokuskan diri untuk menyediakan layanan khusus. Hubungan mitra-pesaing akan muncul.
  • Tenaga kerja baru. Kebutuhan akan produktifitas dan efisiensi akan menciptakan sumber tenaga kerja dan lapangan kerja baru. Namun, juga akan terjadi persaingan yang ketat untuk menyewa dan mempertahankan bakat-bakat ini.
  • Transparansi Regulasi.  Kebutuhan untuk mematuhi standar transparansi dan akuntabilitas yang ditegakkan secara global akan memaksa bank-bank untuk mengadopsi sistem-sistem dan proses-proses yang terintegrasi dan menjangkau seluruh bagian perusahaan.
  • Teknologi yang difokuskan secara tajam. Pendorong semua perubahan ini adalah teknologi yang mendukung proses pengambilan keputusan yang cepat dan akurat, serta fleksibilitas dan efisiensi operasional yang lebih tinggi. Para spesialis yang akan meraih sukses adalah mereka yang dapat menelusuri dan menganalisa kebutuhan spesifik nasabah dan memenuhinya secara cepat dengan produk-produk yang meguntungkan dan dapat diandalkan.

Dino B. Bramanto, Country Manager, Financial Services Sector, PT IBM Indonesia mengatakan penelitian ini menunjukkan apa yang harus dilakukan bank-bank saat ini agar tetap kompetitif selama sepuluh tahun yang akan datang. "Pada tahun 2015, kita akan bermain di pasar yang yang sangat berorientasi pada nasabah, didominasi oleh bank-bank besar dan penuh dengan penyedia layanan keuangan. Persaingan sengit, regulasi global dan teknologi akan mengubah struktur bank dan non-bank".

"Teknologi juga akan mendorong perubahan mendasar di disposisi tenaga kerja, yang akan mempengaruhi produktifitas, efisiensi dan profitabilitas," tutur Dino. "Tren-tren ini sudah mulai terlihat, tetapi ketika mulai melembaga, akan terjadi perubahan besar dalam kekuatan persaingan dunia perbankan global."

Empat Imperatif Strategis
Menurut IBM, perubahan pasar ini menimbulkan tantangan besar bagi bank-bank konvensional. Empat permasalahan strategis akan ditimbulkan perubahan besar ini:

  • Model bisnis yang berubah. Hal ini harus difokuskan pada manfaat yang ditawarkan kepada nasabah, yang membutuhkan alat-alat, informasi dan opsi-opsi.
  • Pertumbuhan yang terarah. Bank-bank harus mengidentifikasikan bidang usaha yang menjadi target mereka dan melayaninya. Bank-bank harus memaksimalkan efisiensi operasional – dan mengalahkan pemain baru yang cekatan – melalui kemitraan dengan penyedia spesialis.
  • Opsi tenaga kerja baru. Para penyedia layanan keuangan harus berintegrasi ke dalam struktur operasional, opsi tenaga kerja yang sangat fleksibel dan berbiaya rendah, seperti melakukan off-shoring. Tugas manajemen yang penting adalah menarik – dan mempertahankan – bakat.
  • Infrastruktur yang cekatan. Investasi TI harus difokuskan pada peningkatan daya tanggap, kelenturan dan kolaborasi yang mencapai seluruh bagian perusahaan.

Hipotek di antara produk-produk besar yang akan datang:

Namun demikian, bagaimana bank dapat memilih produk dan inovasi pasar yang terbaik untuk bisnis mereka?

Penelitian IBM mengidentifikasikan beberapa opsi bernilai tambah:

  • Hipotek. Hal ini menggambarkan kesempatan pertumbuhan yang besar dengan otomatisasi yang dapat mengurangi biaya dan inovasi yang menimbulkan berbagai penyempurnaan rantai manfaat. IBM memperkirakan bahwa biaya yang ditimbulkan hipotek akan turun dari US$1.425 di tahun 2003 menjadi US$400 di tahun 2015.
  • RFID (Radio Frequency Identification). Hal ini akan menjadi teknologi pembayaran yang unggul di pasar. Bank-bank membutuhkan portofolio inovasi pembayaran agar mereka tetap memiliki daya saing, tetapi kartu RFID diramalkan akan menunjukkan pertumbuhan yang kuat hingga tahun 2015 dengan pertumbuhan tahunan gabungan mencapai 30% dari tahun 2005.
  • Kemasan layanan. Inovasi di pengintegrasian dan penggabungan produk dan layanan akan membuahkan pertumbuhan di waktu yang akan datang dengan mendekomoditaskan penawaran yang ada. Bagi bank-bank, hal ini akan meningkatkan potensi lintas penjualan, pinjaman nasabah yang lebih tinggi, biaya pemeliharaan rekening yang lebih renah, dan resiko yang lebih kecil (karena informasi yang lebih mendalam tentang setiap nasabah).
  • Pengitegrassian Nasabah. Rekening-rekening yang terintegrasi atau rekening all-in-one, akan menggabungkan semua pinjaman  jangka pendek dan jangka panjang, layanan tunai serta tabungan. Rekening terintegrasi akan menggabungkan tabungan, hipotek dan pinjaman lain-lain.

Menurut Dino, setiap bank harus menentukan sebuah strategi yang sesuai dengan kebutuhan nasabahnya. "Bank-bank akan membutuhkan strategi khusus untuk melayani nasabahnya yang semamkin sensitif – dan semakin memegang kendali. Pendekatan inovatif terhadap desain bisnis, pengelolaan tenaga kerja dan TI akan sangat mempengaruhi keberhasilan bank di waktu mendatang".

"Nasabah bank akan menuntut lebih banyak nasehat, keamanan pribadi dan kendali atas hubungan perbankan mereka. Bank-bank akan membeli produk dan layanan dari penyedia layanan spesialis terbaik, termasuk produk dan layanan independen atau label putih lainnya dan inovasi dalam produk, proses, hubungan dan model bisnis akan menjadi jalur utama menuju pertumbuhan yang dapat dipertahankan," tuntas Dino. [G!]

4 Responses to “IBM: Lima Trend akan Ubah Perbankan Global”

  1. andriansah Says:

    peluang dari sisi IT pasti sangat besar.
    Harus dipelajari dulu, jika pintar melihat celah ,pasti bisa

  2. rendy Says:

    btw ini dipublish dimana mas ?

    mau saya forward ke milis internal boleh kan ?

  3. thegadget Says:

    buat rendy, silahkan diforward. Publish-nya di [theGadget!] karena IBM Indonesia juga mengirimkan releasenya buat blog ini. Jadi go ahead!

  4. gobzip Says:

    Apakah ada bentuk uang lain (selain kertas dan coin) atau alternatif kartu kredit/debit?

    RFID (Radio Frequency Identification). Hal ini akan menjadi teknologi pembayaran yang unggul di pasar.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: