Kebiasaan Menulis di Blog

16, April, 2006

Di antara sekian banyak manfaat memiliki dan mengelola Blog sendiri, salah satunya adalah mengasah kemampuan menulis. Keterampilan menulis bukanlah monopoli kalangan penulis, pengarang, wartawan, ataupun peneliti saja, tapi siapa pun berhak. Keterampilan merangkai kata dan kalimat ini jelas akan menjadi nilai plus.

Dan keterampilan menulis tak akan mungkin dikuasai tanpa membiasakan diri. Banyak sekali orang yang berkeinginan jadi penulis, tapi sering kali mentok karena tak punya wadah yang memadai untuk menyalurkannya.

Apalagi kalau cuma mengandalkan media massa untuk menampungnya. Ketatnya seleksi pemuatan tulisan di media cetak–antara lain disebabkan oleh terbatasnya ruang atau halaman untuk memuatnya–tak jarang membuat seorang calon penulis frustrasi. Belum lagi soal kepentingan-kepentingan bisnis dan aliran politik media bersangkutan, tulisan-tulisan tertentu tidak bisa dimuat.

Terus gimana, dong? Dunia belum kiamat. "Magma" yang berkobar-kobar untuk jadi penulis andal sesungguhnya memiliki muara lain yang tak kalah dahsyatnya: Blog. Ya, menulislah di Blog. Diari online di Internet itu kini telah melahirkan penulis-penulis andal di bidangnya.

Pertama, yang harus Anda lakukan adalah memiliki account Blog sendiri. Cobalah mendaftar di penyedia layanan Blog, seperti Blogger (www.blogger.com), Word Press (www.wordpress.com), dan Blogsome (www.blogsome.com).

Kedua, jangan lupa umumkan alamat Blog Anda kepada para kolega agar mereka mengunjungi dan memberikan komentar atau umpan balik terhadap tulisan-tulisan Anda.

Ketiga, mulailah menulis dan menayangkan posting-posting (sebutan untuk tulisan yang dikirim ke blog) di Blog Anda. Tulislah apa saja: bisa berupa kegiatan sehari-hari, gagasan, puisi, cerita pendek, tinjauan buku atau ponsel, serta ulasan film dan musik. Semakin spesifik tema Blog Anda, semakin besar peluang Blog Anda dikunjungi orang.

Terus apalagi? Ya sudah, kini Anda sudah jadi penulis Blog! Anda tak perlu khawatir tulisan Anda akan ditolak redaksi media massa karena Anda memuatnya sendiri di Blog. Suka-suka, kan?

Agar tulisan-tulisan Blog Anda dibaca orang, tulislah dengan baik, runtut, dan gamblang. Sertakan referensi-referensi yang mendukung. Bubuhkan pranala sumber yang Anda gunakan atau kutip di tulisan Anda.

Tidak sedikit penulis-penulis Blog berjaya di media-media cetak, seperti dua orang blogger Irak–Raed (dear_raed.blogspot.com) dan Riverbend (riverbend.blogspot.com)–yang kemudian namanya mendunia.Oh ya, jika blog Anda ditulis dalam bahasa Inggris, tentu saja pembacanya akan lebih luas lagi. Tapi itu nanti dululah. [G!]

Koran Tempo, 16 April 2006 | e-culture

11 Responses to “Kebiasaan Menulis di Blog”

  1. johan Says:

    mas jurnalis khan ya? Ebad!! setau saya banyak jurnalis yang pandangannya negatif sama blog. Malah ada yg nyindir kalau blogger itu adalah kumpulan orang-orang yang nggak sanggup jadi jurnalis / penulis beneran .. hiks … (emank bener kali ya?)

  2. rendy Says:

    menulis kadang sering dapet anceman… hikz…

  3. thegadget Says:

    Buat Johan,

    Benar, saya jurnalis di Koran Tempo. Saya tak setuju dengan pendapat kalau blogger itu kumpulan orang orang-orang yang nggak sanggup jadi penulis. Pandangan itu sudah sangat ketinggalan.

    Menurut saya, seperti yang sudah saya singgung dalam kolom, Blog adalah kesempatan emas bagi calon penulis dan penulis. Pembacanya jauh lebih besar dibanding tulisan di media massa. Dan hebatnya lagi, Blog itu jauh lebih interaktif dan impressif. Ayo, teruslah menulis di Blog!

    Buat Rendy, tenaaang, soal resiko itu pasti ada. Teruslah menulis dengan obyektivitas dan akurasi in the first place….

  4. didats Says:

    saya setuju dengan ini!

  5. Iqbal Says:

    Btw, dimana kita bisa dapatkan data yang cukup akurat mengenai waktu yang biasa dihabiskan (rekan-rekan kita di indonesia) untuk menulis/membaca blog?

  6. johan Says:

    mas… mo minta tanggapan … apa pendapat mas ttg setting moderate pada commenting system yang diberlakukan di beberapa blog (terutama blognya publik figur) …

  7. thegadget Says:

    Kalau saya sendiri sih tidak setuju setting moderate pada commenting system. Kalau cuma buat menghindari spam, saya sering menghapusnya sendiri. Soalnya kalo dimoderate banyak visitor yang sebel lho….

  8. johan Says:

    nilai interaktifnya semu ya mas? ada kecenderungan masih terbawa semangat tidak demokratis ….. heheh e.. saya juga paling sebel soalnya ….🙂

  9. [theGadget!] Says:

    […] Recent Comments feha on “Blog Baru Lahir Setiap Detik”johan on “Blog Baru Lahir Setiap Detik”johan on Kebiasaan Menulis di Blogthegadget on Kebiasaan Menulis di Blogjolali on Webmaster […]

  10. [theGadget!] Says:

    […] Ada sebuah komentar di posting saya beberapa waktu lalu yang agak mengusik saya. Isinya begini: "Mas jurnalis khan ya? Ebad! Setau saya banyak jurnalis yang pandangannya negatif sama blog. Malah ada yang nyindir kalau blogger itu adalah kumpulan orang-orang yang nggak sanggup jadi jurnalis / penulis beneran .. hiks … (emank bener kali ya?)" […]

  11. wahyudi Says:

    saya sangat gila baca dan nulis. hampir tiap hari hanya baca dan nulis pakai media apa saja, kadang lewat media SMS, nulis surat, corat-coret dimana saja tembok, pakian, pokoknya media apa saja termasuk di internet. Nulis apa yang ada dihati dipikiran, entah suka, duka, sedih, senang, gembira, atau kacau balau yang ada diotak dan dihati yang tulisannya tidak sistemmatis. aku ingin membuat blog tapi tidak tahu caranya.HP.085664460363/yudi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: