Sistem Moderate pada Komentar Blog

20, April, 2006

ilus_comment.jpg
Perlukah ruang komentar di setiap posting Blog di-moderate?

Di ruang komentar posting Blog saya tentang kebiasaan menulis di Blog beberapa hari lalu, terdapat sebuah pesan dari Johan.

Ia menulis begini: "Mas… mo minta tanggapan … apa pendapat mas ttg setting moderate pada commenting system yang diberlakukan di beberapa blog (terutama blognya publik figur)."

Saya sendiri setuju tidak di-moderate. Alasannya, pemberi atau pengirim komentar bisa dengan cepat melihat tayangan komentarnya. Sementara kalau di-moderate, begitu komentarnya disetujui dan ditayangkan, belum tentu juga ia baca — karena belum tentu juga ia balik lagi mengunjungi Blog tersebut.

Jadi efek interaktifnya berkurang: tidak real-time. Rasanya kurang nikmat aja. Masak kayak tayangan Liga Inggris di televisi: pakai siaran tunda segala…

Saya sendiri bisa paham mengapa ada yang me-moderate komentarnya di Blog-nya dengan alasan menghindari pesan sampah (spam).

Saya sendiri juga mendapati banyak sekali pesan spam yang nangkring di ruang komentar Blog saya. Tapi cara mengatasinya sih simpel aja: tinggal dihapus –meski capek juga.

Tapi akan lebih capek lagi orang yang harus menunggu kapan komentarnya ditayangkan dan kapan ia harus balik lagi mengunjungi Blog yang sebelumnya ia singgahi itu.

Apalagi sekarang sudah ada sistem word verification — di mana pemberi komentar harus memasukkan beberapa kombinasi huruf untuk memastikan spam tak bakal lolos. Atau sistem Caught Spam ala Akismet juga bisa diandalkan.

Tapi, yah, namanya juga cyberspace di mana kebebasan adalah mazhab nomor satu. Siapa pun berhak memutuskan sistem apa yang akan mereka gunakan untuk situs web atau Blognya, termasuk memoderatori komentar yang masuk.

Tapi saya pribadi, kalau ditanya, lebih setuju mengembalikan Blog pada hakikat awalnya yang sangat dahsyat: menghubungkan jutaan manusia di jagat Internet ini secara cepat, interaktif, impresif dan real-time. [G!]

11 Responses to “Sistem Moderate pada Komentar Blog”

  1. didats Says:

    mas, mataku sudah minus. tulisannya digedein dikit dong…😀

    aku setuju. tapi mas belum pernah ngerasain dihajar spam yang langsung beribu2 itu ya? bisa seharian kita ngapus2 spam! hehehe…

    iya, penggunaan plugin juga sebaiknya dipertimbangkan. seperti menuliskan kode togel itu sebenarnya sangat merepotkan. yang mau komen jadi males…

    oke, silahkan diteruskan lagi tulisannya…😀

  2. johan Says:

    ho oh .. spam adalah resiko ketika kita memilih media terbuka macam blog. Jadi saya setuju, pemilik bloglah yang harus setengah mampus memeriksa komen di blognya … Yang aneh, mengapa hal macam ini banyak terjadi pada blog publik figur?

  3. andry Says:

    Dimoderate-pun, bukannya spam itu masuk daftar tunggu moderasi. Tetap butuh dihapus.

    Jadi dimoderate atau tidak, spam pasti ada dan butuh dihapus.

    Memang sih, solusi anti-spam sudah tersedia. Tapi kadang ada comment bukan spam yang ditandai sebagai spam. Jagi gimana-gimana, masih tetep butuh memeriksa daftar spam juga.

    Kalo spam sampai ribuan/ratusan (yang artinya blog tersbut populer sekali), mending sekalian ga usah diaktifkan commenting systemnya, atau pake blog engine yang memang bebas spam.

    Nah, Textpattern tuh bebas spam (nah, ini baru namanya comment spam😀 )

  4. Ari Says:

    Tetapi mas, kalo komentarnya tidak ada kena mengena dari apa yang ditulis di entry, eg. bertanya khabar atau ‘tag’ bersahaja, adakah mas akan biarkan komentar itu atau mas akan delete?

  5. didats Says:

    #3 kekeke… dasar textpattern addicted!
    btw, punyaku juga udah lama gag terima spam loh…
    *ini juga comment spam*
    😀


  6. […] Saya mempunyai pandangan yang berbeda dengan Mas Budi Putera mengenai fitur moderasi untuk memantau komentar yang masuk. Beliau berpandangan bahwa semua komentar di blog harus saat itu juga ditampilkan untuk menegaskan sifat interaktif dan real timenya. […]


  7. […] Dua kolumnis Tempo, Budi Putra dan Pujiono bersilang pendapat mengenai bagaimana cara menangani spam pada blog. Budi Putra tidak suka dengan sistem moderasi, sedangkan Pujiono berpendapat bahwa komentar pertama dari masing-masing pengunjung harus dimoderasi. […]

  8. viqar Says:

    gimana sich buat kotak komentar di blogspot. sekedar informasi saya sudah login di haloscan tapi tampilannya nga seperti yang anda punya. salam kenal

  9. koko Says:

    kalau saya lebih setuju tidak dimoderasi..:)

  10. ega Says:

    ajari aku melengkapi blogku
    marjuki.blogspot.com

    kirim saran5nya kr e94@plasa.com

  11. HERBAWAN Says:

    setuju mas budi! blog memang harus kita jadikan sebagai lilin untuk penerang bersama, sebagai jalan untuk dilalui bersama, jadikan blog sebagai pusat aksi menulis kita.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: