Blogger, Kumpulan Penulis Gagal?

24, April, 2006

Ada sebuah komentar di posting saya beberapa waktu lalu yang agak mengusik saya. Isinya begini: "Mas jurnalis khan ya? Ebad! Setau saya banyak jurnalis yang pandangannya negatif sama blog. Malah ada yang nyindir kalau blogger itu adalah kumpulan orang-orang yang nggak sanggup jadi jurnalis / penulis beneran .. hiks … (emank bener kali ya?)"

Meskipun si penulis komentar tak spesifik menunjuk sumber yang dimaksud, saya kira hal ini menarik untuk didiskusikan. Saya sendiri tak tahu persis apakah si penyindir (yang mengatakan Blogger adalah kumpulan penulis/jurnalis gagal) itu adalah orang Indonesia ataukah opini semacam ini memang sedang berkembang di dunia Blogging secara keseluruhan saat ini.

LATAR. Terlepas dari siapa yang melontarkan kritikan itu, setidaknya ada beberapa hal yang bisa dikemukakan menyangkut hal ini.

* Blog itu sendiri adalah ranah yang masih baru. Dipopulerkan pertama kali pada tahun 1997 — itu berarti, Blog masih belum berusia sepuluh tahun. Boleh jadi masih banyak orang yang belum benar-benar memahami the nature of Blog. Boleh jadi ia belum benar-benar menyelami apa itu Blog tapi sudah skeptis duluan.

* Belum banyak pesohor yang jadi Blogger. Pada kasus tertentu, khususnya Indonesia, belum banyak para pesohor (public figure) — baik itu para politisi, wartawan, aktivis, artis, sastrawan, atlet dan seterusnya — yang punya Blog sendiri. Boleh jadi ini memunculkan kesan Blog masih belum menjadi sesuatu yang pantas dilongok. Pasalnya, pada umumnya publik akan langsung menjustifikasi sesuatu yang juga digemari oleh tokoh yang dikaguminya.

* Media massa masih belum mempopulerkan Blog. Sebagian besar media massa di Indonesia belum menempatkan berita atau tulisan mengenai Blog sebagai salah satu prioritas. Ini jelas berdampak pada kesadaran publik terhadap kehadiran blog.

* Perguruan tinggi belum memaksimalkan Blog. Sebagian besar lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi masih belum memaksimalkan Blog dalam mendukung proses kuliah. Kalau pun ada, baru dilakukan oleh sebagian kecil dosen.

RESPON. Terhadap anggapan negatif terhadap keberadaan Blogger, kita tentu tak perlu geram. Anggaplah sebagai masukan. "Tantangan dan Jawaban" (Challenge and Respon, kata Arnold Toynbee) adalah suatu akumulasi yang alamiah. Yang jelas, yang perlu dicatat:

* Blog menawarkan banyak manfaat. Jika mau melihatnya secara obyektif, saya yakin orang akan merasa dan menganggap Blog adalah dunia yang sama sekali baru, exciting, dan menawarkan banyak peluang.

* Menulis di manapun pada hakekatnya sama. Menulis di media massa ataupun Blog sejatinya tidak ada bedanya. Yang beda cuma medianya: yang satu tercetak, satunya lagi virtual. Saya tidak setuju kalau Blog punya gaya tulisan yang khusus dan beda dengan media massa, misalnya.

Malah, ada keunggulan tulisan di Blog yang tak dimiliki tulisan di media cetak: persentuhannya dengan pembaca interaktif dan real-time. Rujukan-rujukan yang dipakai bisa dilacak saat itu juga — ini meminimalisir kemungkinan ada penulis yang suka "mengarang-ngarang" sumber rujukan agar terlihat gagah dan ilmiah.

* Kualitas tulisan di Blog. Saya sendiri mengamati, banyak tulisan atau kolom di Blog yang bagus dan berkualitas — malah, pada kasus tertentu, jauh lebih baik dibanding tulisan yang dimuat di media massa mainstream.

* Penulis Blog punya keunggulan komparatif. Mereka punya akses ke pembaca secara tak terbatas. Mendunia. Selain itu, mereka jauh lebih produktif dari rata-rata penulis di media cetak: bisa menulis tiga sampai lima tulisan setiap hari!

PAMUNGKAS. Jadi, yang jadi masalah bukan medianya, tapi tulisan itu sendiri — adalah kualitas si penulis itu sendiri. Apakah benar "Blogger adalah kumpulan penulis gagal" atau sebaliknya "penulis media cetak adalah penulis yang tak sanggup menulis produktif seperti di Blog"?

Tinggal pembuktiannya: Blogger versus Penulis Media Massa. Siapakah yang akan tumbang duluan? Only time will tell! [G!]

11 Responses to “Blogger, Kumpulan Penulis Gagal?”

  1. johan Says:

    pas sebelum baca artikel ini, kebetulan saya baru baca posting yang agak berkait di sini

  2. R.M Says:

    Sangat setuju dengan tulisan anda, bahwa blog memang masih baru dan belum dimanfaatkan secara maksimal.
    Tetapi saya agak kurang setuju dengan kalimat terakhir:
    “Blogger versus Penulis Media Massa. Siapakah yang akan tumbang duluan?”

    Menurut saya justru makin lama garis pemisah antara blogger dan penulis media mainstream akan makin kabur. Blogger yang bagus suatu saat pasti akan ‘dirangkul’ media mainstream, sementara penulis media mainstream akan menjadi blogger karena tertarik dengan ke-interaktif-annya.
    Jadi tidak ada yang tumbang.
    Dengan merujuk pandangan di atas, berarti anda sendiri, bung Budi Putra, sudah unggul selangkah di depan, karena sudah menjejakkan kaki di kedua dunia: blog dan media mainstream🙂
    Excellent move!

  3. hericz Says:

    Lho, blog kan memang trend sesat yang umurnya baru sesaat.

    Kalau mau dibandingkan, banyak postingan blogger yang jauh lebih bagus daripada media -poskota atau lampu merah- misalnya.

    Kalau dibanding Tempo masih kalah sih :p

  4. gobzip Says:

    PAMUNGKAS. Jadi, yang jadi masalah bukan medianya, tapi tulisan itu sendiri — adalah kualitas si penulis itu sendiri.

    Sebenarnya yang mana:
    kualitas penulis atau kualitas tulisan?

    Tulisan berkualitas (baik) atau
    penulis yang berkualitas (baik)?

    Keunggulan blog terutama: ide yang bagus & orisinal.

  5. didats Says:

    Kalimat terakhirnya gak enak dibaca. seolah2 antara penulis media dan penulis blog saingan. padahal kan, kita itu jalan sendiri2. medianya aja beda.

    *protes*

  6. johan Says:

    dalam kerangka pemikiran sekarang ini, kalimat terakhir memang terkesan berlebihan. Apa mungkin media mainstream itu punah?

    Tapi memang bisa jadi pemikiran mas Budi ini “a head of history”.

  7. youdieaditama Says:

    yang penting bobot tulisan nya . untuk ini “Blogger adalah kumpulan penulis gagal” saya GAK SETUJU…….HEHHEE

  8. mazeru Says:

    wah, bagi saya yang penting BLOG bisa jadi sarana berbagi dengan orang lain! BLOG juga bisa jadi sarana untuk dapat menulis, bagi saya meskipun “expert” dalam hal tertentu, namun tak dapat menulis dengan baik ya sama saja, makanya saya juga melirik BLOG, dan baru tahun ini saya memulai BLOG (tepatnya bulan kemaren). ya hitung2 belajar menulis, betul khan mas!! hee!! HIDUP BLOG!


  9. […] Beberapa kali saya membaca tanggapan teman-teman terhadap sebuah diskursus tentang dunia blogger yang dikatakan kumpulan penulis yang gagal sebagaimana ditulis Thegadget.wordpress.com. Sebuah pertanyaan menarik sekaligus memberi motivasi kepada kita para blogger untuk selalu belajar dan melatih dalam menulis hal apapun yang menarik sambil mengekspresikan secara bebas. […]

  10. asnun Says:

    “Blogger versus Penulis Media Massa. Siapakah yang akan tumbang duluan?”. Hmm, itu sama saja seperti pertanyaan 10 tahun yang lalu di negeri kita, akankah email akan menggeser pekerjaan pak pos?? Bagi saya yg penting isinya..

  11. ryantee Says:

    Secara aku blog itu bukan kumpulan penulis gagal, mungkin orang yang seneng nulis di blog malah bisa jadi penulis profesional. Di blog mereka bebas untuk berekpresi tentang suatu hal yang sedang trend atau hal yang mereka sukai. Aku juga baru aja bikin blog (masih sederhana)perlu banyak belajar.:D


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: