Halo, 3G?

7, May, 2006

Sungguh dahsyat. Saat ini Indonesia punya lima operator yang sudah punya lisensi penyelenggara layanan generasi ketiga (3G): Cyber Access Communications (CAC), Natrindo Telepon Selular (NTS), Telkomsel, Indosat, dan Excelcom.

Tapi, yang mengherankan, belum ada kabar lagi dari kelima operator tersebut. CAC dan NTS adalah operator baru yang belum punya basis pelanggan dan jaringan — jadi keduanya masih dalam tahap persiapan teknis. Sementara Telkomsel, Indosat, dan Excelcom, tiga operator besar GSM saat ini, tak terdengar lagi setelah melakukan uji coba layanan 3G W-CDMA di Jakarta setahun yang lalu.

Masih belum jelas sebetulnya layanan apa yang akan mereka usung nantinya. Kalau sekadar menyebutkan video conference, video call, atau Internet berpita lebar, fine, semua orang tahu kalau itu contoh standar layanan 3G.

Tapi apa yang spesifik yang akan mereka tawarkan? Apa yang istimewa? Apa bedanya dibanding operator lain? Kalau ini ditanyakan kepada operator, mereka pasti akan menjawab, "Oh, itu confidential, Mas. Kami belum bisa umumkan."

Pokoknya semuanya confidential! Akhirnya, sebagai pengguna seluler, konsumen Indonesia masih meraba-raba, apa sih layanan 3G yang bisa mereka nikmati?

Memangnya orang akan menggunakan telepon seluler berkemampuan 3G dan dipasok oleh jaringan 3G hanya untuk percakapan dan pesan pendek? Jadi buat apa teknologi secanggih 3G kalau hanya untuk menelepon?

Sejauh ini belum terlihat ada kerja sama-kerja sama strategis yang mengarah pada persiapan definitif operasi 3G. Misalnya terkait dengan penyediaan content dan servis lainnya.

Sungguh lucu. Bukankah kalau tidak ada content, tidak ada 3G? Apalagi, dari yang bisa diikuti di media massa, perusahaan penyedia content di Indonesia masih belum berkembang pesat.

Dulu, pada awal booming layanan GSM, memang pernah ada ratusan content provider, tapi kemudian berguguran karena operator mensyaratkan ini-itu sehingga membuat perusahaan-perusahaan content kecil gulung tikar.

Sejumlah operator malah menggembar-gemborkan mereka memiliki jangkauan yang luas –sesuatu yang tak relevan jika kita berbicara tentang 3G.

Halo, 3G?

Budi Putra

Koran Tempo, 7 Mei 2006 | e-culture

6 Responses to “Halo, 3G?”

  1. Affan Says:

    Ada temen saya yang kerja di vendor perangkat telekomunikasi yang menyuplai perangkat2 ini untuk provider seluler. Dia bilang bahwa provider2 ini deploy 3G bukan untuk deploy services yang aneh2, tapi untuk meningkatkan rapat jumlah subscriber per BTS, jadi dengan infrastruktur yg sama, jumlah subscriber bisa berlipat ganda. Ya itu percaya atau tidak sih.

  2. devie Says:

    ralat Om! NTS sudah ada sejak 2001. NTS lahir pertamakali sebagai operator regional untuk wilayah Jawa Timur(sekarang sudah berlisensi nasional). Saat ini masih exist di wilayah Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, dan Malang.

  3. thegadget Says:

    iya, benar, NTS sudah ada sejak 2001, tapi skalanya cuma Jawa Timur (meskipun sekarang sudah berlisensi nasional). Jadi saya asumsikan NTS belum punya basis pelanggan dan jaringan yang luas. 

  4. Irwin Says:

    para provider lagi kasak kusuk skarang dengan stasiun tv, coba aja tanya bagian IT di tv swasta😀

  5. rendy Says:

    harusnya ada makan-makan neeh… :))

  6. david surya Says:

    untuk masyarakat menengah ke bawah kayalnya ngak bisa bro, pasyi bianya ,mahal banget eh


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: