Ada BREW di Semua Handset

21, May, 2006

Makoto Takahashi tampaknya adalah seorang pemegang prinsip better late than never. Lebih baik telat daripada tidak sama sekali. Sebagai Vice President dan General Manager Content and Media Business Division KDDI, salah satu operator telekomunikasi terbesar di Jepang, ia punya otoritas penuh dalam memutuskan strategi pengembangan bisnis perusahaan saat ini dan masa datang.

KDDI adalah operator layanan CDMA 2000 1xEV-DO menyusul diluncurkannya layanan generasi ketiga (3G) W-CDMA oleh NTT DoCoMo di Jepang pada Oktober 2001. Hingga akhir Juli 2004, KDDI berhasil mendapatkan 15 juta pelanggan 3G 1xEV-DO dan mulai berhadap-hadapan dengan layanan FOMA NTT DoCoMo, yang sudah meraih 73 persen pelanggan di Negeri Sakura.

"Untung KDDI segera diperkenalkan dengan sistem aplikasi BREW di handset," ujar Takahashi. "Inilah salah satu faktor yang membuat KDDI dengan cepat merebut pelanggan."

Lalu apanya yang telat? "Jika BREW direkomendasikan kepada kami setahun lebih awal, saya rasa hasil yang dicapai akan jauh lebih baik," katanya. Pasalnya, handset-handset layanan EVDO pada awal peluncuran didominasi oleh platform Java. Menurut dia, Java memiliki sejumlah keterbatasan, antara lain hanya bisa di-install di handset kelas atas, sementara "sistem operasi" BREW bisa di semua jenis telepon seluler.

Solusi BREW ditawarkan oleh Qualcomm, perusahaan penyedia layanan, produk komunikasi digital nirkabel, dan pemegang lisensi chipset teknologi CDMA di dunia. Teknologi ini juga merupakan sistem pengantar modular berbasis J2EE yang memungkinkan pendistribusian content, aplikasi, dan antarmuka pengguna antarperanti nirkabel "lewat udara" (over the air).

Saya pernah berkesempatan menguji coba handset yang menggunakan teknologi BREW. Beroperasi di jaringan CDMA2000 1x EVDO, ponsel berkemampuan BREW terasa lebih nyaman digunakan untuk menjelajahi Internet, mengunduh file jumbo, bahkan untuk menonton televisi. Tidak mengherankan bila jumlah pengguna layanan 1xEV-DO dengan cepat berkembang di Negeri Sakura. -Budi Putra [G!]

Koran Tempo, 21 Mei 2006 | e-culture

2 Responses to “Ada BREW di Semua Handset”

  1. Priyadi Says:

    BREW lebih cepat? lebih cepat dibandingkan dengan apa? mungkin bukan masalah BREW-nya, tapi masalah bandwidthnya.

    personally, saya pikir BREW bukan ide yang bagus (dibandingkan J2ME) karena terlalu berbelit2 bagi developer untuk membuat aplikasi sampai bisa sampai di tangan end user.

  2. thegadget Says:

    Jelas, yang dimaksud dalam tulisan di atas, lebih cepat dibanding Java

    “….Pasalnya, handset-handset layanan EVDO pada awal peluncuran didominasi oleh platform Java. Menurut dia, Java memiliki sejumlah keterbatasan, antara lain hanya bisa di-install di handset kelas atas, sementara “sistem operasi” BREW bisa di semua jenis telepon seluler….”

    Ketika berkunjung ke Jepang beberapa waktu lalu, saya sudah mencoba mendownload musik dengan besar file yang sama di handset W-CDMA yang menggunakan Java dan handset EV-DO yang menggunakan BREW (dalam kapasitas bandwidth yang sama). Tetap saja BREW lebih cepat downloadnya.

    Berikut beberapa perbandingan antara BREW dan Java:

    Konsumsi Daya:
    BREW — Konsumsi daya yang kecil (Sleep mode dapat mengurangi konsumsi daya saat tidak aktif digunakan)
    JAVA — Konsumsi daya relatif besar (Mesin virtualnya tetap beroperasi saat statusnya tidak aktif)

    Waktu Mulai Aplikasi:
    BREW — Rata-rata 1 detik
    JAVA — Rata-rata 10 detik (hasil overhead dari proses mesin virtual)

    Akses ke File dalam Perangkat Keras:
    BREW — Tidak memungkinkan (otorisasi dari Qualcomm)
    JAVA — Tidak memungkinkan (mungkin untuk sejumlah model tapi terdapat sejumlah restriksi)

    Protokol Komunikasi:
    BREW — Seluruh protokol TCP/IP (cocok dengan e-mail, jadwal, direktori, pesan instan, dll)
    JAVA — Hanya HTTP

    Model handset:
    BREW — Dapat diinstal pada seluruh hand-set, mulai dari entry-level hingga model high-end
    JAVA — Hanya model high-end

    Persoalan berbelit-belit dengan developer, itu soal lain, dan seperti Qualcomm sudah mulai melonggarkan itu.

    Yang mungkin masih jadi persoalan adalah BREW adalah propietry sedangkan Java adalah open source. Yang namanya open source di mana-mana ya pastilah gampang dan tidak berbelit-belit.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: