Menelepon dengan Jari

3, July, 2006

ilustrasi-wristwatch-metamorfosis-ponsel-nttdocomo-co-jp.jpg
Buang headset telepon seluler Anda. Bahkan Anda juga tak perlu sebuah handset. Cukup tempelkan jari ke telinga: dengarlah atau bicaralah dengan orang yang menelepon Anda.

Itulah teknologi ponsel terbaru rancangan NTT DoCoMo, Jepang, yang dinamai Finger Whisper Phone. Pada awalnya prototipe telepon ini dipakai di pergelangan tangan seperti arloji. Namun, pada versi mutakhir seperti yang dipamerkan di ajang CommunicAsia, Singapura tempo hari, alat itu mengecil hingga sebesar cincin (Koran Tempo, 1 Juli 2006).

Media Computing Laboratory, pusat penelitian dan pengembangan DoCoMo, berhasil mengembangkan sebuah prototipe ponsel yang menggunakan anggota tubuh penggunanya sebagai media transmisi suara.

Ponsel ini menggunakan pergelangan tangan sebagai sarana mengkonversi gelombang suara digital menjadi vibrasi melalui tulang pergelangan tangan.

Hasilnya bisa didengar dengan cara mendekatkan jari ke telinga. Jari telunjuk dan jempol yang disentuhkan akan berfungsi sebagai tombol on/off untuk menerima atau mengakhiri panggilan telepon.

Transmisi suara melalui tulang dianggap lebih baik ketimbang melalui udara. Kualitas suara teknologi telepon bergerak terbaru itu diharapkan jauh lebih bagus ketimbang ponsel tradisional: tetap nyaman saat menerima panggilan di tengah kebisingan.

Selain berfungsi mengirim suara melalui pergelangan tangan dan jari ke telinga, metode itu mengkonversi suara pengguna yang dikirim balik melalui jari dan pergelangan tangan, kemudian ditangkap oleh mikrofon di ponsel yang disulap menjadi sebentuk arloji.

Ponsel itu memang sengaja dirancang sepraktis mungkin. Karena berukuran sangat mungil, agar tidak ribet, ponsel itu didesain tak memiliki keypad. Untuk membuat panggilan, pengguna hanya perlu mengucapkan nomor tujuan.

Jadi tibalah saatnya handset diganti dengan fingerset.

Selain orisinal, seperti diungkapkan analis Amanda Akien, ponsel–arloji dan ponsel–cincin ala Negeri Sakura itu itu merupakan “Konsep eksentrik lain yang pernah disumbangkan Jepang untuk Planet ini, setelah sumo, karaoke, sushi, dan geisha“.

Moshi moshi!

Budi Putra
Koran Tempo, 2 Juli 2006 | e-culture

10 Responses to “Menelepon dengan Jari”


  1. konsep ponsel mikro (dan perangkat komunikasi lain) kayaknya memang bakal terus berevolusi ya.

  2. thegadget Says:

    betul, mas, kadang-kadang evolusinya bisa sedemikian cepat dan absurd🙂

  3. didats Says:

    trus kalo mo nambahin nomor baru gimana ya kira2???😀

  4. agusset Says:

    yang sedikit kurang nyaman menurut saya adalah pada saat melakukan panggilan yg hrs menyebutkan nomor telepon karena tidak ada keypadnya. ini berarti buat org yg susah mengingat nomor telepon seperti saya harus selalu membawa buku telepon dong ya?

  5. johan Says:

    trus kalau ada teknologi yg lebih baru, moso kita buang jari dan telinga … heheheh (maklum saya lemot :P)

  6. khairulu Says:

    wah… sebentar lagi era StarTrek akan tiba…

  7. Lita Says:

    Waks, nyebutin nomer telepon? Bisa dikupingin orang dong, ya?
    Doh… trus kalo gak inget nomernya? Trus kalo musti nelpon darurat saat sedang berhadapan dengan penjahat, gak bisa dong? Keburu ketauan :p

    *kayanya kebanyakan nonton pilem nih*

  8. dental Says:

    #lita: nebutin nomornya pake telepati kok😀


  9. […] Perkembangan teknologi telekomunikasi bergulir begitu cepatnya, mulai dari telegram, telepon hingga telepon seluler — dengan berbagai inovasinya. Lalu apa yang akan terjadi, misalnya 100 tahun mendatang? Bagaimanakah kira-kira cara manusia berkomunikasi saat itu? Posted by thegadget Filed in Mobile Technology, Cell phones, Tech Idea, Anotation […]

  10. sary Says:

    bgm dengan manusia yg tidak mempunyai jari tangan dan telinga yang lengkap? mungkinkan 100tahun lagi semua manusia diciptakan secara sempurna?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: