Bagaimana Cara Berkomunikasi 100 Tahun Mendatang?

10, July, 2006

Perkembangan teknologi telekomunikasi bergulir begitu cepatnya, mulai dari telegram, telepon hingga telepon seluler — dengan berbagai inovasinya. Lalu apa yang akan terjadi, misalnya 100 tahun mendatang? Bagaimanakah kira-kira cara manusia berkomunikasi saat itu?

6 Responses to “Bagaimana Cara Berkomunikasi 100 Tahun Mendatang?”

  1. aryadn Says:

    Telepati!?🙂
    Di posting 3 Juli kan disebutkan “Buang semua headset”, nah 100 tahun mendatangan “Buang semua gadget”.

  2. Guntar Says:

    Klo pake telepati saya masih mikirin gimana cara mbedakan gumaman atau lamunan dg intent komunikasi. Klo lamunan saya tyt malah terkomunikasikan gimana dong?😆

    Saya lebih suka komunikasi ndak pake telepati, tapi pake hologram aja🙂

  3. Koen Says:

    Transmisinya udah pakai spin couple, kali. Serius nih, kali 100 tahun lagi urusan spin udah berhasil dijinakkan manusia🙂. Kalau mau optimis, bahkan 30an tahun lagi diharapkan udah bisa.

  4. Andry Says:

    Konvergensi gadget dan protokol standard.

    Mengirim file sampai mengirim suara (baca:melakukan percakapan telepon) dilakukan dengan satu gadgets, dan dengan teknologi dengan standard platform sama (meski, implementasi aplikasinya bisa berbeda tergantung vendornya)

    Komunikasi jadi bagian hidup. Sebagaimana layaknya manusia bernafas. Gadget bukan lagi barang mewah karena murah dan bisa jadi gratis. Subscription, pay-per-talk mungkin. Intinya : service oriented. Bukan product oriented.

    (Dan softwarepun akan ramai-ramai mengadopsi pilihan ini, lihat saja gegap gempita Web 2.0. Contoh Office Live = Groove Network).

    Karena lumrah, komunikasi malah jarang dibicarakan. Manusia akan semakin sadar bahwa semakin banyak informasi yang didapat, nilai makna semakin sulit didapat. Akhirnya spiritualitas, gerakan kembali ke alam, organisasi feminisme, vegetarian, yoga, dll akan sangat semarak.

    Pemakaian teknologi komunikasi yang marak adalah satu-ke-satu. Sedangkan broadcast (satu-ke-banyak) akan semakin tidak populer. Blog vs mainstream media sudah membuktikan itu. Inget Cluetrain Manifesto kan pak?

    Jadi semua orang pasti punya telpon. Apapun itu wujudnya. Tapi pilihan untuk akan menelpon siapa dan akan ditelpon siapa saja, menjadi semakin selektif dan personal.

    Ujung-ujungnya penyakit information overload dan information anxiety adalah : staying focus.

  5. boybali Says:

    100 tahun? wah masih lama tuh hehehe (joke)

  6. ega Says:

    seratus tahun lagi mungkin yang dipelajari adalah teknologi nenek moyang kita. Dengan sebaskom air dapat melihat wajah / orang / rumah / lokasi yang kita inginkan. dengan sepercik air dapat memanggil dan menyuruh orang untuk berbuat sesuatu. mau tidak mau itu adalah khasanah kekayaan teknologi INDONESIA tempo doeloe dan akan tetap lestari. mungkin kita salah menyangka budaya dikira teraniaya. Angkapan mitos terhadap METODE adalah sesuatu yang harus dikaji lebih dalam. KITA PUNYA TEKNOLOGI MASA DEPAN KENAPA KITA RAMAI RAMAI IMPOR DARI NEGARA LAIN.

    salam Do IT

    ega marjuki


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: