1xEV-DO, 3G untuk Pedesaan

30, July, 2006

Setidaknya dibutuhkan waktu enam jam mengendarai mobil untuk mencapai Desa Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan, dari Kota Tanjung Karang, Provinsi Lampung.

Hampir separuh perjalanan harus dilewati dengan menempuh jalan sempit, berlubang, turun-naik, dan penuh tanjakan.

Di kanan-kiri jalan, kita bisa melihat betapa desa-desa di sepanjang jalan ini adalah desa-desa tertinggal.

Sebagian besar penduduknya mengandalkan sumber mata pencarian dari pertanian padi dan sawit. Sebagiannya lagi berdagang.

Melihat betapa terpencilnya kawasan ini, sungguh tak terbayangkan kalau di sebuah sekolah menengah umum di Desa Bahuga, kita dapat menikmati akses Internet pita lebar dengan throughput hingga 700 kilobita per detik!

Meskipun belum ada jaringan Telkom di sini, kita tetap bisa berkomunikasi dengan dunia luar menggunakan telepon nirkabel. Ya, wireless world sudah sampai di desa ini!

Semua itu dimungkinkan dengan pemanfaatan teknologi CDMA450 plus versi layanan generasi ketiga (3G) dengan 1xEV-DO-nya.

Setelah menggelar inisiatif Wireless Reach di kawasan pedesaan di Pacitan, Jawa Timur, pada April lalu, Qualcomm kembali meluncurkan program inisiatif Wireless Reach di Way Kanan, Lampung, 21 Juli lalu.

Bekerja sama dengan Sampoerna Telekom, Axesstel Inc., IndoNet, Departemen Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Qualcomm memperkenalkan teknologi nirkabel CDMA di frekuensi 450 MHz di Way Kanan, yang memberikan akses layanan berpita lebar nirkabel untuk suara dan data.

Program ini diawali dengan pembangunan laboratorium komputer yang dilengkapi oleh akses Internet di lima sekolah yang berada di Kabupaten Way Kanan, yaitu di Buay Bahuga, Negeri Besar, Negara Batin, Rebang Tangkas, dan Pakuan Ratu.

Selain itu, warung seluler juga sedang dibangun di 59 desa dan 5 sekolah menengah untuk menyediakan akses telekomunikasi yang lebih baik.

Sementara itu, di kota seperti di Jakarta, pengguna layanan bergerak saat ini baru bisa sebatas ngobrol soal 3G–baik WCDMA maupun 1xEV-DO. Tapi di sini, di desa terpencil ini, kenikmatan akses Internet berpita lebar berbasis 3G sudah bisa dinikmati dan bukan lagi sekadar wacana. Bravo!

Budi Putra

Koran Tempo, 30 Juli 2006 | e-culture

5 Responses to “1xEV-DO, 3G untuk Pedesaan”

  1. rendy Says:

    EVDO ? MAKAN-MAKAN…😀

    duh bandung kapan ya

  2. ak Says:

    G3 di desa, mao dong pindah ke desa!

  3. jalansutera Says:

    saya tahu tempat ini karena bulan lalu juga dari sini. ngomong-2, aplikasi macam apa yang akan digunakan oleh para petani itu setelah ada jaringan ini, ya?

    terus, tarifnya berapa?

  4. orang desa Says:

    Wah hebat nih perangkat celular, jadinya orang desa sekarang ga ketinggalan jaman. btw, hari gini di kampung asalkupun fixed telp susah pasangnya, pdhal mereka udah dlm tingkat butuh+bisa bayar loh…he…. tapi ada aja alasan dari pihak motor fix telp ini, untung perkembangan celular semakin cepat dan good bye deh telkom😛 (sori sebut merek….tiiiiittt )

  5. anti telkom Says:

    semoga makin banyak daerah yg dikategorikan sbg daerah trtinggal yang ga dilihat ma telkom walopun cuman sbelah mata.
    Terus maju dan berkembang teknologi CDMA450 & 3G!!! (moga nyampe juga di gombong:))


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: