Flexi Bisa Dipakai di Seluruh Area. Wah!

2, August, 2006

Meski memiliki lisensi sebagai operator layanan telepon tetap nirkabel (fixed wireless access, FWA), PT Telkom baru saja meluncurkan layanan Flexi yang bisa digunakan di seluruh daerah yang sudah memiliki jaringan Flexi. Wah, udah kayak operator seluler dong!

Kayaknya ini sudah bertentangan dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 35 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Tanpa Kabel dengan Mobilitas Terbatas.

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk meluncurkan layanan Flexi Combo yang dapat digunakan pada 200 kota di Indonesia dengan tarif lokal.

Direktur Utama Telkom Arwin Rasyid mengatakan, layanan Fleksi Combo memberikan keleluasaan bagi pelanggan untuk melakukan komunikasi. Selain mendapatkan satu nomor induk, pelanggan juga dapat mendaftarkan dua nomor temporer pada kode area lain yang akan dikunjungi. “Sehingga pelanggan dapat berkomunikasi dengan tarif lokal di kota yang telah didaftarkan,” kata Arwin Rasyid di Grha Cipta Caraka Jakarta hari ini.

Arwin menjelaskan dua nomor temporer tersebut dapat diubah setiap saat oleh pelanggan jika hendak bepergian ke kota lainnya dengan masa waktu tiap nomor tiga hari melalui pesan singkat ke nomor 777.

Sedangkan tagihan yang dibebankan kepada pelanggan akan dijadikan satu dengan nomor induk. “Berbeda dengan Flexi Combo sebelumnya yang membebankan tagihan secara terpisah pada tiga nomor berbeda yang didaftarkan pelanggan,” ujarnya. Eko Nopiansyah

[G!]

9 Responses to “Flexi Bisa Dipakai di Seluruh Area. Wah!”

  1. aryadn Says:

    Wah, berita baik sekaligus berita buruk, dan juga berita tandatanya.
    Berita baiknya: Bisa migrasi ke CDMA dengan nyaman, 200 kota dengan tarif lokal – worth to try.
    Berita buruknya: tetep aja harus ganti-ganti nomer saat ke luar kota, kecuali jika yang dimaksud dengan 2 nomor temporary itu lebih merupakan nomor yang digunakan untuk forwarding call. Artinya nomor yang kita gunakan tetap 1 nomor.
    Tanda tanya: Biasanya…biasanya… provider telpon seluler sering membuat sebuah program atau layanan (or whatever you call them) dengan sebuah catatan yang dibuat kecil-kecil sehingga luput dari pengamatan. Catatan yang pada akhirnya sering membuat pelanggan terkaget-kaget.

  2. jalansutera Says:

    mas, FWA itu Fixed Wireless Access, bukan Fix Wireless Access. Beda kata beda arti, lho…😉

  3. Ben Says:

    itu maksudnya gimana ya? yg gw bayangkan sih kita bisa dapat nomor yang sama pada setiap kota hanya beda kode areanya🙂 Apakah demikian atau bukan?

  4. paman tyo Says:

    selalu ini kok soalnya:
    dari kepentingan konsumen mana yang lebih menguntungkan. tapi dari sisi industri yang utama adalah persaingan yang adil. nah, bisa nggak konsumen terlayani dengan baik dan terjaga dalam kompetisi yang tidak fair?

    di mana akarnya? sekian lama ada monopoli yang dibenarkan oleh undang2 atas nama hajat hidup orang banyak.

    lantas ketika setiap kali minta penaikan tarif, alasannya (selain untuk menyenangkan investor) adalah untuk mengongkosi perluasan jaringan, termasuk kabel dan tiang. tapi ketika kita minta fixed phone malah ditawari selular.

    so? gini aja bos, kita ngamen pake gadgets!😀

  5. anick Says:

    @Budi: Kayaknya ini sudah bertentangan dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 35 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Tanpa Kabel dengan Mobilitas Terbatas.

    Mas, boleh tahu aturan detailnya?

  6. Rahmat Says:

    Tadi pagi temen saya nanya ke 147.
    Infonya, kalo tidak salah tangkep, itu ntar kalo kita pas keluar kota, kita daftar/reg dulu via sms ke 777 (format detilnya saya blum tau).
    Di kota tujuan itu, kita akan diberi satu nomer lokal, temporary (3 hari, bisa diperpanjang).
    Kita tidak perlu ganti kartu/RUIM atau ganti pesawat (kalo inject).
    Setiap panggilan ke no asal akan diteruskan ke no temporary, dengan biaya dibebankan ke kita selaku penerima. (250rp/mnt, sepertinya tergantung jarak lokasi tujuan dengan kota asal).
    Untuk telpon, sepertinya akan muncul sebagai no temporary, tapi saya tidak tau biayanya.
    Sejauh ini saya baru dapat berbagi sedikit info seperti itu.
    Persaingan yang adil vs Monopoli ?
    Kalo pelanggaran Kepmen no sekian-sekian, saya rasa lebih bagus kalo ada yang share tentang detilnya.

  7. jozzy Says:

    cara pakenya gimana sih

  8. ega Says:

    bagaimanapun flexiq mati. aneh ada sinyal gak bisa dihubungi gimana orang99999 flexi

  9. maz Says:

    Salut…!!! Telkom memang KREATIF!! klo dari sisi teknis Telkom sama sekali tidak melanggar Kep men ttg lisensi Fixed Wireless, krn satu nomor Flexi memang hanya bisa dipakai di satu kode wilayah, karena pengguna hanya dipinjami nomor lain saat memakainya di kota laen, idenya brilian… dengan biaya murah (karena lisensinya Fixed Wireless) tp serasa spt ber-GSM ria(lisensi Wireless)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: