Setidaknya dibutuhkan waktu enam jam mengendarai mobil untuk mencapai Desa Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan, dari Kota Tanjung Karang, Provinsi Lampung.

Hampir separuh perjalanan harus dilewati dengan menempuh jalan sempit, berlubang, turun-naik, dan penuh tanjakan.

Di kanan-kiri jalan, kita bisa melihat betapa desa-desa di sepanjang jalan ini adalah desa-desa tertinggal.

Sebagian besar penduduknya mengandalkan sumber mata pencarian dari pertanian padi dan sawit. Sebagiannya lagi berdagang.

Melihat betapa terpencilnya kawasan ini, sungguh tak terbayangkan kalau di sebuah sekolah menengah umum di Desa Bahuga, kita dapat menikmati akses Internet pita lebar dengan throughput hingga 700 kilobita per detik!

Meskipun belum ada jaringan Telkom di sini, kita tetap bisa berkomunikasi dengan dunia luar menggunakan telepon nirkabel. Ya, wireless world sudah sampai di desa ini!

Semua itu dimungkinkan dengan pemanfaatan teknologi CDMA450 plus versi layanan generasi ketiga (3G) dengan 1xEV-DO-nya.

Setelah menggelar inisiatif Wireless Reach di kawasan pedesaan di Pacitan, Jawa Timur, pada April lalu, Qualcomm kembali meluncurkan program inisiatif Wireless Reach di Way Kanan, Lampung, 21 Juli lalu.

Bekerja sama dengan Sampoerna Telekom, Axesstel Inc., IndoNet, Departemen Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Qualcomm memperkenalkan teknologi nirkabel CDMA di frekuensi 450 MHz di Way Kanan, yang memberikan akses layanan berpita lebar nirkabel untuk suara dan data.

Program ini diawali dengan pembangunan laboratorium komputer yang dilengkapi oleh akses Internet di lima sekolah yang berada di Kabupaten Way Kanan, yaitu di Buay Bahuga, Negeri Besar, Negara Batin, Rebang Tangkas, dan Pakuan Ratu.

Selain itu, warung seluler juga sedang dibangun di 59 desa dan 5 sekolah menengah untuk menyediakan akses telekomunikasi yang lebih baik.

Sementara itu, di kota seperti di Jakarta, pengguna layanan bergerak saat ini baru bisa sebatas ngobrol soal 3G–baik WCDMA maupun 1xEV-DO. Tapi di sini, di desa terpencil ini, kenikmatan akses Internet berpita lebar berbasis 3G sudah bisa dinikmati dan bukan lagi sekadar wacana. Bravo!

Budi Putra

Koran Tempo, 30 Juli 2006 | e-culture

ti_thegadget.jpg

BAGI pengakses yang terbiasa menggunakan pembaca RSS, baik yang berupa aplikasi khusus ataupun fitur yang terintegrasi di perambah terkini semacam Mozilla Firefox, Safari, Opera Internet Explorer 7, kini sudah bisa menikmati versi RSS situs berita Tempo Interaktif.

RSS (Really Simple Syndication atau Rich Site Summary) merupakan cara mutakhir membaca berita-berita atau tulisan-tulisan terbaru dari sebuah situs web maupun weblog.

Daftar lengkap halaman RSS Tempo Interaktif (yang tinggal di-copy-paste ke aplikasi pembaca RSS Anda):

franklin_usb.jpg

Penerbit Franklin Electronic Publishers Inc melepas kamus bahasa Inggris yang berisi 300 ribu definisi kata serta 500 ribu sinonim dan antonim dari kamus Merriam-Webster dan Franklin Thesaurus. Namun, bukan berupa buku, melainkan berupa USB flash drive berkapasitas 256 megabita. USB flash drive ini hanya salah satu perangkat digital yang dikembangkan Franklin. Toko online-nya juga menjual sebuah kamus elektronik yang dilengkapi dengan pemutar MP3.

Secuil kecil batang flash drive ini siap dicolokkan ke PC untuk memberikan aplikasi-aplikasi yang agak berbeda dengan kamus online, seperti petunjuk tata bahasa, pengecek ejaan, pembanding dua kata yang memiliki pengucapan mirip, dan pencari jawaban puzzle.

Namun, peluncuran kamus berbentuk flash drive ini bisa dianggap terlambat. Mungkin berguna kalau muncul 15 tahun silam, tulis Gizmodo. Soalnya, di era saat ini, setiap aplikasi pengolah kata di komputer telah menyediakan pengecek ejaan.

Untungnya, Franklin juga memikirkan hal ini. Makanya, selain kamus, flash drive ini dilengkapi toko e-book dan fitur Newsstand, yang memungkinkan pengguna mencari buku serta majalah dan, jika dapat, lalu membelinya secara online. Link [G!]

lirik.gif
Bagi yang hobi bersenandung tentu sering mencari lirik lirik yang bertebaran di Internet. Pasalnya, banyak sekali pemilik situs web dan blog yang baik hati menyediakan sekian banyak lirik lagu yang sedang populer.

Tapi tak lama lagi ini bisa jadi sejarah. Situs-situs web yang “pemurah” itu bakal sulit ditemukan. Kalaupun ada, mereka bergerak di bawah tanah. Soal, perkara lirik lagu itu kini sudah diambil alih oleh situs-situs web komersial yang memegang restu dari penerbit dan studio musik untuk menjual lirik-lirik lagu.

Salah satu situs web khusus lirik komersial adalah Gracenote. Bahkan Gracenote adalah perusahaan pertama yang memegang lisensi sah untuk mendistribusikan lirik di Internet.

Ross Blanchard, Vice President Business Development Gracenote, mengatakan, “Ketika kami pertama mendekati penerbit dengan ide ini, mereka bersemangat. Mereka berpikir bahwa lirik adalah sumber daya yang belum termanfaatkan bagi mereka.”

Kini Gracenote memegang lebih dari satu juta lirik lagu, termasuk katalog Amerika Utara dari BMG Music Publishing, Universal Music Publishing Group, dan Sony/ATV Music Publishing.

Untuk meluaskan jangkauannya, Gracenote juga menjajaki kerja sama dengan Yahoo! dan Apple iTunes, yang ada kemungkinan memberi link lirik ke situs web Gracenote untuk setiap lagu yang dijual di dua saluran itu.

“Sangat jelas ada keterlibatan isu hak cipta di sini. Situs-situs web ilegal itu menghasilkan pemasukan melalui sumber iklan dan lainnya, sementara pencipta lagu tak mendapatkan bagian yang seharusnya mereka dapatkan,” ujar Ralph Peer II dari BMG Music Publishing.

Betapa tidak, bisnis musik bakal terus meningkat, setidaknya 5 persen. Lirik, menurut Peer, akan mendorong pendapatan penerbit, yang diperkirakan hingga US$ 4 miliar per tahunnya.

Gracenote belum menetapkan harga lirik yang dijualnya. Menurut Blanchard, keputusan diserahkan kepada retail musik digital apakah akan memaket lirik dengan musik atau menjual per lirik saja. Tapi ia berharap, apa pun skemanya, tak akan menambah biaya bagi konsumen. mp3 | techwhack | pcmag | dody

[G!]

network.jpg
Operator penyelenggara telekomunikasi mendukung upaya pemerintah mengenakan denda hingga Rp 10 miliar bagi operator yang tidak melakukan interkoneksi dengan baik. Menurut Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No: 08/Per/M.KOMINF/02/2006, interkoneksi adalah keterhubungan antar jaringan telekomunikasi dari penyelenggara jaringan telekomunikasi yang berbeda.
Kayaknya jelas operator yang disasar itu siapa… 🙂

Menurut Direktur Corporate Affair PT Excelcomindo Pratama Tbk. Rudiantara, peraturan pemerintah itu lebih realistis demi mengatur persaingan yang fair di industri telekomunikasi. Sebab, sanksi denda itu dapat memberikan efek jera kepada operator yang tidak menaati peraturan interkoneksi. “Yang terpenting adalah parameter yang digunakan harus detail,” kata Rudiantara kepada Tempo kemarin.

Direktur Pemasaran PT Indosat Tbk. Wahyu Wijayadi menambahkan, dia berharap peraturan pemerintah ini bisa membuat layanan telekomunikasi berjalan baik. Sebab, ada ketegasan sanksi bagi operator yang lalai membuka koneksi dengan operator lain. “Selama ini perseroan tidak mengalami masalah dalam permohonan pembukaan interkoneksi kepada dan dari operator lain.”

Pekan lalu Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informatika Basuki Yusuf Iskandar mengaku sedang menyiapkan peraturan mengenai sanksi denda hingga Rp 10 miliar bagi operator yang tidak melaksanakan interkoneksi dengan baik. “Drafnya sudah dibahas. Mudah-mudahan akhir bulan selesai dan bisa diberlakukan,” kata dia.

Menurut Basuki, penerbitan peraturan ini karena sulitnya pemerintah mengatur operator menjalankan interkoneksi secara baik dan adil, terutama operator besar. Meski ada Undang-Undang Telekomunikasi, operator masih kurang menaati aturan-aturan tersebut akibat tiadanya sanksi tegas, terutama denda.

[G!]

smscheaper.jpg

Bagi pengguna (dan penggemar) layanan seluler prabayar, segala kerepotan membeli voucher dan melakukan isi ulang adalah hal yang biasa. Tapi kalau dianggap itu sebuah “penderitaan”, salah satu operator GSM di Indonesia, menawarkan voucher yang masa berlakunya satu tahun!

Jakarta — PT Indonesia Satellite Corporation (Indosat) Tbk. meluncurkan kartu pulsa isi ulang yang memiliki masa aktif hingga satu tahun. Kartu ini untuk produk IM3, yang diberi nama Raja Voucher.

Direktur Pemasaran PT Indosat Tbk. Wahyu Wijayadi mengatakan produk ini, selain untuk kenyamanan kepada pelanggan dengan memperpanjang masa aktif, untuk mengurangi persentase kartu yang hangus atau tidak dapat digunakan akibat pelanggan terlambat melakukan isi ulang.

“Hingga Juni lalu, kartu hangus produk Indosat mencapai 12 persen. Dan hingga akhir tahun, kami mentargetkan jumlah itu berkurang menjadi 7 persen,” kata Wahyu kepada pers kemarin.

Dia menjelaskan, di produk baru itu, pelanggan akan mendapatkan bonus lima pesan pendek (SMS) gratis kepada pelanggan Indosat setiap pekan yang bersifat akumulasi.

Tahun ini Indosat mentargetkan mampu meraih tambahan pelanggan 3-4 juta orang dengan pangsa pasar 30 persen. Hingga akhir Juni, jumlah pelanggan Indosat mencapai 14 juta orang dengan pangsa pasar 27 persen. Perinciannya, pelanggan IM3 6 juta orang, Mentari 7 juta, dan Matrix 1 juta orang. l Eko Nopiansyah

[G!]

Tujuh kantor Kedutaan Besar RI di luar negeri. Ketujuh perwakilan itu adalah KBRI di Tokyo (Jepang), Ottawa (Kanada), Yagoon (Burma), Seoul (Korea Selatan), Finlandia, Norwegia, dan Denmark.

Di Tokyo, Ottawa, dan Yangoon, alat penyadapnya sudah ditemukan Lembaga Sandi Negara. “Alat penyadap itu ditaruh di dekat lampu, di ruangan duta besar dan saklar di antara ruangan duta besar dan sekretarisnya,” ungkap anggota DPR Djoko Susilo seperti dikutip Tempo Interaktif. [G!]