network.jpg
Operator penyelenggara telekomunikasi mendukung upaya pemerintah mengenakan denda hingga Rp 10 miliar bagi operator yang tidak melakukan interkoneksi dengan baik. Menurut Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No: 08/Per/M.KOMINF/02/2006, interkoneksi adalah keterhubungan antar jaringan telekomunikasi dari penyelenggara jaringan telekomunikasi yang berbeda.
Kayaknya jelas operator yang disasar itu siapa… 🙂

Menurut Direktur Corporate Affair PT Excelcomindo Pratama Tbk. Rudiantara, peraturan pemerintah itu lebih realistis demi mengatur persaingan yang fair di industri telekomunikasi. Sebab, sanksi denda itu dapat memberikan efek jera kepada operator yang tidak menaati peraturan interkoneksi. “Yang terpenting adalah parameter yang digunakan harus detail,” kata Rudiantara kepada Tempo kemarin.

Direktur Pemasaran PT Indosat Tbk. Wahyu Wijayadi menambahkan, dia berharap peraturan pemerintah ini bisa membuat layanan telekomunikasi berjalan baik. Sebab, ada ketegasan sanksi bagi operator yang lalai membuka koneksi dengan operator lain. “Selama ini perseroan tidak mengalami masalah dalam permohonan pembukaan interkoneksi kepada dan dari operator lain.”

Pekan lalu Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informatika Basuki Yusuf Iskandar mengaku sedang menyiapkan peraturan mengenai sanksi denda hingga Rp 10 miliar bagi operator yang tidak melaksanakan interkoneksi dengan baik. “Drafnya sudah dibahas. Mudah-mudahan akhir bulan selesai dan bisa diberlakukan,” kata dia.

Menurut Basuki, penerbitan peraturan ini karena sulitnya pemerintah mengatur operator menjalankan interkoneksi secara baik dan adil, terutama operator besar. Meski ada Undang-Undang Telekomunikasi, operator masih kurang menaati aturan-aturan tersebut akibat tiadanya sanksi tegas, terutama denda.

[G!]

Advertisements

Pemerintah akan meninjau ulang izin awal telepon tetap nirkabel (fixed wireless access alias FWA) yang diberikan kepada operator telepon berbasis code division multiple access (CDMA). Berarti operator yang dimaksud: Telkom (Flexi), Bakrie Telecom (esia) dan Indosat (StarOne). Mobile-8 (Fren), yang meskipun menggunakan teknologi yang sama, tapi lisensinya sebagai operator seluler (sebagai operator seluler GSM), tentu tidak masuk dalam daftar yang akan ditinjau.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil, peninjauan kembali izin awal itu lantaran ada indikasi operator CDMA telah mengubah telepon tetap menjadi seluler. Bahkan, kata dia, operator telah mengakali aturan perizinan dengan memanfaatkan teknologi. Ia mencontohkan, saat pergi ke Bandung, konsumen diberi nomor telepon tetap nirkabel Bandung. Begitu pula saat ke Surabaya, konsumen akan diberi nomor Surabaya. “Kami sedang memikirkan bagaimana mekanisme fixed wireless,” kata Sofyan kepada wartawan di Jakarta.

Namun, ia mengakui pemerintah belum bisa mencabut izin awal operator CDMA yang mengubah telepon tetap nirkabel menjadi seluler. “Secara hukum belum bisa,” ujarnya. (pramono). Koran Tempo, Selasa 4 Juli 2006

Indonesia memang satu-satunya negara yang operator FWA-nya menjual layanan seluler. Sejatinya, lisensi FWA yang mengandalkan teknologi CDMA2000 1x, diperuntukkan untuk menggantikan fixed-phone di daerah-daerah yang sulit yang tidak mungkin dibangun jaringan kabel PSTN-nya. Jadi, dengan tujuan dan skema ini, pastilah operator FWA beroperasi di daerah pedesaan, pegunungan dan pedalaman.

Lain halnya dengan Indonesia. Sejak awal, ketika lisensi FWA diberikan kepada Telkom, pasar pertama dan utamanya justru kota metropolitan Jakarta. Benda dengan handset operator FWA yang ada di pedalaman India atau Afrika (handset rumahan), handset yang ditawarkan Telkom Flexi adalah handset yang benar-benar mobile dan sudah setara ponsel seluler GSM. Layanan yang ditawarkan pun tak ubahnya seperti seluler. Dengan demikian, layanan FWA di Indonesia benar-benar sudah jadi layanan seluler.

Nah, kalau baru sekarang, pemerintah mau menertibkan ini, apakah tidak terlambat? Apanya yang mau ditinjau ulang? Kenapa hal ini tidak diatur sejak awal? Apakah semua handset pengguna Flexi, Esia dan StarOne mau ditarik dan diganti dengan handset rumahan? Apakah operator-operator FWA akan diminta hanya menawarkan layanan panggilan dan SMS, dan melarang layanan unduh nada dering, games, wallpaper dan seterusnya yang merupakan layanan seluler? [G!]

PT Bakrie Telecom, salah satu operator layanan suara dan data fixed wireless terkemuka di Indonesia, memperbesar kapasitas dan jangkauan transmisi jaringan nirkabelnya secara signifikan dengan radio access, switching dan solusi optikal terbaru dari Nortel.

Dengan peningkatan kapasitas jaringan CDMA2000 1X tersebut, mencakup daerah Jakarta dan sekitarnya serta 15 kota di Jawa Barat dan provinsi Banten, memungkinkan Bakrie Telecom memenuhi permintaan pelanggan yang semakin meningkat terhadap layanan komunikasi suara dan akses Internet broadband fixed wireless, komunikasi data dan faks dengan merek Esia.

"Kami telah mencetak pertumbuhan sebesar 55 persen selama kuartal pertama tahun 2006 dan akan terus bertambah hingga mencapai kurang lebih 1,35 juta pelanggan di akhir 2006, atau dua kali lebih besar dibanding total tahun lalu," kata AG Rao, Chief Technical Officer, PT Bakrie Telecom.

Solusi Nortel untuk Bakrie Telecom terdiri atas CDMA Metro Cell Base Transceiver Stations (BTS) baru yang memungkinkan pertumbuhan jaringan yang hemat biaya dan tanpa hambatan, perlindungan investasi saat ini, melalui card upgrade ke infrastruktur 1xEV-DO generasi ketiga (3G) dari Nortel.

Pada jaringan intinya, Bakrie menggunakan DMS-MTX Circuit Switching Platform fleksibel dari Nortel yang memungkinkan pelanggan dapat menerima pelayanan yang dapat diandalkan secara terus menerus. [G!]

IBM merilis sebuah penelitian penting yang mengungapkan berbagai tren dan inovasi utama yang akan mendefinisikan industri perbankan global di tahun 2015.

Penelitian ini, “Banking 2015: Defining the Future of Banking” meramalkan tren di dunia perbankan untuk menciptakan sebuah wawasan unik terhadap kekuatan persaingan yang akan dihadapi dunia perbankan di dekade yang akan datang. Penelitian ini juga menyoroti bisnis baru dan inovasi teknologi serta tren sosial yang akan mengubah bentuk transformasi industri.

Survei ini, dilaksanakan oleh unit penelitian pasar IBM, The Institute for Business Value, bertepatan dengan terjadinya perubahan pesat yang didorong teknologi informasi baru, regulasi global dan pasar-pasar baru di Asia, Eropa Timur dan Amerika Selatan yang mencapai tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 7,1% dari tahun 2000 hingga 2015. IBM memprediksikan dirinya akan mencapai tingkat pertumbuhan sebesar 7,6%.

IBM menemukan bahwa akan timbul lima tren utama yang akan menentukan keberhasilan pasar di tahun 2015:

  • Nasabah yang memegang kenali. Para nasabah akan menjadi pengguna layanan keuangan yang cerdas, terinformasi dan handal. Mereka akan tertarik hanya pada penyedia layanan yang dapat memenuhi kebutuhan mereka yang spesifik.
  • Pesaing ceruk khusus. Pengkonsolidasian pasar akan tetap berlangsung, sehingga bank-bank besar akan semakin besar. Namun, mereka akan menghadapi pesaing-pesaing yang cekatan, termasuk BPR, spesialis industri dan lembaga keuangan non-bank yang memfokuskan diri untuk menyediakan layanan khusus. Hubungan mitra-pesaing akan muncul.
  • Tenaga kerja baru. Kebutuhan akan produktifitas dan efisiensi akan menciptakan sumber tenaga kerja dan lapangan kerja baru. Namun, juga akan terjadi persaingan yang ketat untuk menyewa dan mempertahankan bakat-bakat ini.
  • Transparansi Regulasi.  Kebutuhan untuk mematuhi standar transparansi dan akuntabilitas yang ditegakkan secara global akan memaksa bank-bank untuk mengadopsi sistem-sistem dan proses-proses yang terintegrasi dan menjangkau seluruh bagian perusahaan.
  • Teknologi yang difokuskan secara tajam. Pendorong semua perubahan ini adalah teknologi yang mendukung proses pengambilan keputusan yang cepat dan akurat, serta fleksibilitas dan efisiensi operasional yang lebih tinggi. Para spesialis yang akan meraih sukses adalah mereka yang dapat menelusuri dan menganalisa kebutuhan spesifik nasabah dan memenuhinya secara cepat dengan produk-produk yang meguntungkan dan dapat diandalkan.

Dino B. Bramanto, Country Manager, Financial Services Sector, PT IBM Indonesia mengatakan penelitian ini menunjukkan apa yang harus dilakukan bank-bank saat ini agar tetap kompetitif selama sepuluh tahun yang akan datang. "Pada tahun 2015, kita akan bermain di pasar yang yang sangat berorientasi pada nasabah, didominasi oleh bank-bank besar dan penuh dengan penyedia layanan keuangan. Persaingan sengit, regulasi global dan teknologi akan mengubah struktur bank dan non-bank".

"Teknologi juga akan mendorong perubahan mendasar di disposisi tenaga kerja, yang akan mempengaruhi produktifitas, efisiensi dan profitabilitas," tutur Dino. "Tren-tren ini sudah mulai terlihat, tetapi ketika mulai melembaga, akan terjadi perubahan besar dalam kekuatan persaingan dunia perbankan global."

Empat Imperatif Strategis
Menurut IBM, perubahan pasar ini menimbulkan tantangan besar bagi bank-bank konvensional. Empat permasalahan strategis akan ditimbulkan perubahan besar ini:

  • Model bisnis yang berubah. Hal ini harus difokuskan pada manfaat yang ditawarkan kepada nasabah, yang membutuhkan alat-alat, informasi dan opsi-opsi.
  • Pertumbuhan yang terarah. Bank-bank harus mengidentifikasikan bidang usaha yang menjadi target mereka dan melayaninya. Bank-bank harus memaksimalkan efisiensi operasional – dan mengalahkan pemain baru yang cekatan – melalui kemitraan dengan penyedia spesialis.
  • Opsi tenaga kerja baru. Para penyedia layanan keuangan harus berintegrasi ke dalam struktur operasional, opsi tenaga kerja yang sangat fleksibel dan berbiaya rendah, seperti melakukan off-shoring. Tugas manajemen yang penting adalah menarik – dan mempertahankan – bakat.
  • Infrastruktur yang cekatan. Investasi TI harus difokuskan pada peningkatan daya tanggap, kelenturan dan kolaborasi yang mencapai seluruh bagian perusahaan.

Hipotek di antara produk-produk besar yang akan datang:

Namun demikian, bagaimana bank dapat memilih produk dan inovasi pasar yang terbaik untuk bisnis mereka?

Penelitian IBM mengidentifikasikan beberapa opsi bernilai tambah:

  • Hipotek. Hal ini menggambarkan kesempatan pertumbuhan yang besar dengan otomatisasi yang dapat mengurangi biaya dan inovasi yang menimbulkan berbagai penyempurnaan rantai manfaat. IBM memperkirakan bahwa biaya yang ditimbulkan hipotek akan turun dari US$1.425 di tahun 2003 menjadi US$400 di tahun 2015.
  • RFID (Radio Frequency Identification). Hal ini akan menjadi teknologi pembayaran yang unggul di pasar. Bank-bank membutuhkan portofolio inovasi pembayaran agar mereka tetap memiliki daya saing, tetapi kartu RFID diramalkan akan menunjukkan pertumbuhan yang kuat hingga tahun 2015 dengan pertumbuhan tahunan gabungan mencapai 30% dari tahun 2005.
  • Kemasan layanan. Inovasi di pengintegrasian dan penggabungan produk dan layanan akan membuahkan pertumbuhan di waktu yang akan datang dengan mendekomoditaskan penawaran yang ada. Bagi bank-bank, hal ini akan meningkatkan potensi lintas penjualan, pinjaman nasabah yang lebih tinggi, biaya pemeliharaan rekening yang lebih renah, dan resiko yang lebih kecil (karena informasi yang lebih mendalam tentang setiap nasabah).
  • Pengitegrassian Nasabah. Rekening-rekening yang terintegrasi atau rekening all-in-one, akan menggabungkan semua pinjaman  jangka pendek dan jangka panjang, layanan tunai serta tabungan. Rekening terintegrasi akan menggabungkan tabungan, hipotek dan pinjaman lain-lain.

Menurut Dino, setiap bank harus menentukan sebuah strategi yang sesuai dengan kebutuhan nasabahnya. "Bank-bank akan membutuhkan strategi khusus untuk melayani nasabahnya yang semamkin sensitif – dan semakin memegang kendali. Pendekatan inovatif terhadap desain bisnis, pengelolaan tenaga kerja dan TI akan sangat mempengaruhi keberhasilan bank di waktu mendatang".

"Nasabah bank akan menuntut lebih banyak nasehat, keamanan pribadi dan kendali atas hubungan perbankan mereka. Bank-bank akan membeli produk dan layanan dari penyedia layanan spesialis terbaik, termasuk produk dan layanan independen atau label putih lainnya dan inovasi dalam produk, proses, hubungan dan model bisnis akan menjadi jalur utama menuju pertumbuhan yang dapat dipertahankan," tuntas Dino. [G!]

gadget_storage.jpgMenurut laporan IDC Asia/Pacific Quarterly Disk Storage Systems Tracker Q4 2005, IBM berhasil meraih posisi vendor penyimpanan nomor satu di pasar Total Disk Storage kawasan Asia Pasifik kwartal ke-4 2005 dan sepanjang tahun 2005.

Laporan IDC Asia Pasifik yang dirilis IBM itu juga menyebutkan bahwa IBM Systems Storage Asia Pasifik berhasil menambah pangsa pasar pendapatannya sebesar 3,4 poin di kwartal keempat 2005 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2004.  Sepanjang tahun 2005, IBM berhasil meningkatkan pangsa pasar pendapatannya sebesar 1,2 poin di segmen yang sama.

Di segmen External Disk Storage kawasan Asia Pasifik, IBM meningkatkan pangsa pasar pendapatannya hingga lima poin di kwartal keempat 2005 dan tiga poin sepanjang tahun 2005.

Di segmen Entry-level External Disk, IBM tumbuh 132 persen year-to-year sepanjang tahun 2005, dibandingkan tahun 2004.

IBM mengumumkan piranti lunak keamanan baru untuk membantu perusahaan kecil dan menengah mengatasi berbagai ancaman keamanan seperti serangan dari dalam dan mengotomatisasikan proses ketaatan terhadap peraturan (compliance).

Piranti lunak Tivoli Identity Manager Express memberikan perusahaan-perusahaan kecil, kemampuan pengelolaan identitas kelas enterprise, tetapi dengan versi yang lebih terjangkau dan dapat diinstal dan dikelola oleh orang awam sekalipun.

Perusahaan-perusahan kecil, seperti halnya perusahaan-perusahaan besar, juga rentan terhadap ancaman keamanan, apalagi mereka tidak memiliki anggaran atau staf yang memadai untuk mengelola suatu sistem pengelolaan identitas untuk mengendalikan siapa saja yang dapat mengakses informasi perusahaan.

Keseluruhan sistem keamanan mereka mungkin hanya terdiri dari berbagai piranti lunak antivirus atau firewall jaringan. Hal ini mengakibatkan “pintu belakang digital” mereka terbuka lebar bagi pekerja yang sudah dipecat atau pekerja kontrak yang tidak jujur, sehingga mereka dapat mengakses informasi keuangan atau rahasia perusahaan.

Menurut penelitian IBM, serangan dari dalam diperkirakan akan menjadi ancaman keamanan terbesar di tahun 2006 karena para kriminal tidak lagi melakukan hacking dari “pintu depan”, melainkan memanfaatkan rekening pengguna yang belum ditutup karena terjadinya perubahan bisnis seperti pemecatan seperti PHK, merger dan akuisisi.

Piranti IBM yang baru ini membantu mencegah terjadinya serangan dari dalam dengan memblokir mereka agar tidak dapat menggunakan nama pengguna dan rekening pengguna yang belum ditutup perusahaan. Menurut penelitian IBM, lebih dari 60 persen rekening pengguna terdiri dari apa yang disebut sebagai “rekening tak bertuan”.

Dengan Tivoli Identity Manager Express, perusahaan-perusahaan kecil dapat menghapus rekening-rekening tak bertuan tersebut dengan memberikan para manajer kemampuan mengendalikan siapa saja yang boleh mengakses informasi dan senantiasa memeriksa daftar rekening pengguna, apakah sesuai dengan informasi pekerja yang terkini.

Nortel mengumumkan ketersediaan solusi Converged Office dan pemanfaatan oleh konsumen secara luas untuk meningkatkan komunikasi bisnis dengan menyediakan pilihan untuk mengintegrasikan komunikasi suara dari Nortel dengan aplikasi bisnis Microsoft Office System. Aplikasi-aplikasi seperti Outlook, Word dan PowerPoint digabungkan dalam Microsoft Office Live Communication Server.

Nortel Converged Office ditujukan untuk memperlancar arus pekerjaan, menyederhanakan komunikasi, meningkatkan produktivitas dan mendorong efisiensi. Solusi ini dibangun berdasarkan kerjasama Microsoft-Nortel untuk menghadirkan komunikasi bisnis real-time yang telah diumumkan sebelumnya pada Agustus 2005.

“Menggabungkan fungsi telepon, email dan faksimili dalam sebuah computer dengan instant messaging dan application sharing merupakan hal yang penting terhadap keberhasilan kolaborasi untuk meningkatkan produktivitas,” ujar Ettienne Reinecke, group CTO, Dimension Data. Dimension Data adalah penyedia solusi TI serta layanan global.

Solusi Converged Office menggabungkan sistem IP telephony Nortel dengan Microsoft Live Communication Server 2005 untuk menyediakan kemampuan komunikasi berbasis SIP melalui desktop, untuk keperluan bisnis.

Gabungan antara Office Communicator dari Microsoft sebagai voice endpoint, Live Communications Server dan Communication Server (CS) 1000 dari Nortel menawarkan fungsi telepon untuk bisnis dengan kemudahan click-to-call, aplikasi presence yang terintegrasi serta fungsi pengaturan jadwal, serta kemampuan content sharing yang memungkinkan karyawan bekerja bersama-sama, seakan-akan mereka berada dalam satu kantor.