Koran Tempo, Rabu 29 Maret 2006 | Digital

Digital_FLASH_blogger_Fatih.jpgTanpa disadari, blog di Indonesia berkembang dengan cepat. Diary online interaktif itu dengan cepat menciptakan para blogger dengan beragam topik, minat, dan hobi.

Selain itu, ada yang menarik: sudah mulai banyak blogger Indonesia yang menulis blog-nya dalam bahasa Inggris.

Bagi Fatih Syuhud, seorang peneliti studi Islam di Jamia Millia University dan mahasiswa pascasarjana politik di Agra University, India, fenomena ini adalah sesuatu yang sayang kalau dilewatkan begitu saja.

Ia melacak blog Indonesia yang bercasciscus itu, memilih dan menulis Blogger of the Week pada blog-nya, yakni di http://afsyuhud.blogspot.com.

Berikut ini perbincangannya dengan Tempo melalui surat elektronik:

Kenapa Anda tertarik jadi blogger?

Saya tertarik membaca berita tentang blogger Irak bernama Raed (http://dear_raed.blogspot.com) yang memaparkan kejadian sehari-hari era awal invasi Amerika Serikat di Irak. Raed kemudian menjadi penulis lepas di koran-koran Inggris dan direkrut Reuters.

Langkah ini disusul rekan senegaranya, seorang perempuan (http://riverbend.blogspot.com), yang kisahnya kemudian dibukukan oleh penerbit feminis Amerika.

Sejak kapan blogger of the week mulai Anda tulis?

Sejak Agustus 2005. Tepatnya 17 Agustus 2005.
Ada tiga tujuan: membahas sebuah topik yang khas Indonesia, menjadikan blog dan blogger yang saya review sebagai contoh soal, serta mempromosikan blog yang saya review supaya lebih banyak dikunjungi.

Sudah berapa blogger yang Anda pilih?

Sampai saat ini sudah 32 blog yang saya review, antara lain Wimar Witoelar, Hermawan Kertajaya, Nadirsyah Hosein, Jennie S. Bev, dan Christine Susanna Chin.

Apa kriterianya?

Yang utama adalah kualitas isinya. Namun, bahasa Inggris termasuk salah satu syarat. Minimal dwibahasa (Indonesia dan Inggris).

Sebab, hanya dengan bahasa Inggrislah blogger Indonesia bisa dikenal dunia. Agar Indonesia dikenal tidak hanya melalui diplomat-diplomat kita saja–yang kebanyakan tidak berbuat banyak.

Selama ini orang tahu tentang Indonesia umumnya dari orang atau blogger asing. Sudah waktunya dunia tahu Indonesia dari orang Indonesia sendiri.

Bagaimana perkembangan blog di Indonesia?

Cukup bagus. Cuma saya pingin jurnalis dan intelektual independen, seperti Yudi Latief dan Farid Gaban juga nge-blog dalam bahasa Inggris. l BUDI PUTRA

Advertisements

Salah satu revolusi besar dalam era digital adalah ketika semua kendali berada di tangan konsumen. Bukan teknologi, tapi sebaliknya, manusialah yang akan memegang kendali.

Contoh yang paling gamblang adalah TiVo. Perangkat perekam program TV, TiVo, memang sangat digandrungi pemirsa televisi di Amerika Serikat. Mereka tak perlu bergegas pulang ke rumah hanya untuk menyaksikan acara favoritnya. Mereka cukup meminta TiVo merekamnya dan menayangkannya kembali.

Bahkan TiVo juga bisa menjalankan “perintah” agar membuang tayangan komersial yang muncul di sela-sela acara yang sedang direkam.

TiVo memang mengubah cara orang menonton TV yang sebelumnya “terperangkap” oleh waktu dan jadwal penayangan.

Jangan lupa, TiVo yang juga terhubung ke Internet pita-lebar ini juga bisa mengunduh film ke pesawat TV. Konsumen bisa menikmati film sekualitas DVD tanpa harus punya pemutar DVD.

Terilhami oleh sukses ini, perusahaan Jepang, Sun-Denshi, membuat perangkat semacam TiVo tapi buat program radio. Namanya TalkMaster II. Hadir dalam model berkapasitas 128 MB, 512 MB, dan 1 GB, TalkMaster II memiliki 20 pengatur waktu yang memungkinkan pengguna merekam acara radio kegemarannya dan memutarnya kembali kapan pun.

Kapasitasnya bisa didongkrak dengan rongga kartu SD yang tersedia. Selain bisa merekam saluran AM (mono) dan FM (stereo), TMII juga bisa merekam sumber-sumber eksternal, seperti MP3, WMA, hingga RVF. Bergantung pada kapasitas memori internalnya, TMII dibanderol dengan harga antara US$ 240 dan 330.

Sebagaimana TiVo, TalkMaster juga mengubah cara orang menikmati radio. Semuanya atas dasar keinginan–on demand–dan bukan atas dasar selera dan keinginan pengelola kedua stasiun tersebut.

Pakar digital MIT, Nicholas Negroponte, juga meramal cara orang menikmati TV akan berubah sama sekali: orang hanya akan menikmati program yang ia sukai. Jadi, jika dua orang sedang menonton saluran yang sama pada jam yang sama, mereka akan mendapati dua acara yang berbeda.

Bukan teknologi, tapi sebaliknya, manusialah yang akan memegang kendali, bukan? [G!]

Koran Tempo, 26 Maret 2006 | e-culture

Sun Microsystems mengumumkan bahwa awal tahun ini, EPA (Badan Perlindungan Lingkungan di Amerika Serikat) mendukung komitmen Sun mengurangi emisi gas rumah kaca perusahaan tersebut di Amerika hingga 20 persen pada tahun 2012. Komitmen Sun Microsystems tersebut merupakan bagian dari program Climate Leader yang dicanangkan EPA di mana Sun menjadi salah satu anggotanya.

Dicanangkan pada tahun 2002, Climate Leaders merupakan kemitraan antara pemerintah dan kalangan industri dalam membangun strategi untuk menghadapi perubahan iklim jangka panjang secara menyeluruh. Mitra yang tergabung dalam Climate Leaders berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca dan memantau perkembangannya. Dengan melaporkan data inventaris tersebut kepada EPA, mitra terus menerus memantau perkembangan mereka.

Mitra-mitra tersebut menempatkan diri mereka sebagai perusahaan pemimpin yang peduli lingkungan hidup dan secara strategis menempatkan posisi mereka di industri seiring berkembangnya kebijakan terhadap perubahan iklim.

“Komitmen kami untuk mengurangi emisi gas rumah kaca melalui program Climate Leaders merupakan keputusan bisnis strategis yang mempertegas komitmen Sun terhadap pelestarian lingkungan dan meningkatkan efisiensi kegiatan operasional kami,” kata David Raduziner, senior director workplace resources, Sun Microsystems.

Contoh kepemimpinan Sun dalam menghadapi kepedulian terhadap lingkungan tercermin melalui serangkaian produk serta program internal Sun, seperti Sun iWork Strategy, yaitu program untuk memfasilitasi para karyawan yang bekerja di lapangan. Program ini menawarkan karyawan alternatif bekerja dari jarak jauh sehingga mereka tidak perlu banyak menghabiskan waktu perjalanan dengan mobil sehingga akan mengurangi dampak polusi bahan bakar.

Program ini baru-baru ini dinobatkan sebagai salah satu lima program lingkungan terbaik dari seleksi tahunan EPA atsas The Best Workplaces for Commuters. Usaha tersebut demikian berhasil sehingga Sun bahkan mengembangkan Sun OpenWork Practice untuk membantu pelanggan mengembangkan sistem serupa, menciptakan suasana bekerja secara fleksibel bagi para karyawan mereka.

Selain itu, Sun telah meluncurkan prosesor UltraSPARC T1 akhir tahun lalu, yaitu prosesor pertama yang ramah lingkungan, dengan terobosan teknologi dari sisi tenaga, sistem pendingin, dan kinerja yang mencerminkan komitmen perusahaan yang tinggi terhadap pelestarian lingkungan.

IBM memperkenalkan delapan server System p5 baru, termasuk yang dilengkapi prosesor POWER 5+ tercepat dan terobosan baru teknologi Quad-Core Module. Server-server IBM System p5 dan eServer™ p5, yang menduduki peringkat pertama di lebih dari 70 tolak ukur, menawarkan tingkat performa sistem menengah yang lebih tinggi namun dengan harga yang lebih terjangkau.

Hal ini memungkinkan pelanggan, baik besar maupun SMB, lebih mudah memanfaatkan kemampuan virtualisasi dan performa yang dimiliki server-server IBM System p.

Selain itu, IBM juga memperkenalkan server IBM System p5 570 yang memecahkan rekor performa pemrosesan transaksi di kelas sistem 16-inti. Server ini mampu mencapai 1.025.169 tpmC (transaksi per menit) di tolak ukur TPC-C.

Performa ini melampaui performa TPC-C server HP Superdome 64-inti yang menjalankan HP-UX dan tiga kali lipat performa HP Integrity rx86203 16-inti yang setara. Dengan menggunakan teknologi prosesor POWER5+ baru dengan kecepatan 2,2GHz, server p5-570 memperluas opsi yang dimiliki klien untuk aplikasi database besar, ERP, CRM dan pengkonsolidasian server.

IBM juga memperkenalkan tiga sistem baru dengan modul 4-inti satu-satunya di industri komputasi – teknologi POWER5+ Quad Core Module (QCM) – sehingga dapat menciptakan jajaran sistem QCM yang lengkap, mulai dari server 2U dengan 4-inti hingga server 8U dengan 16-inti. Server System p5 560Q menawarkan performa POWER5+ 16-inti yang lebih tinggi dalam paket yang lebih murah, menciptakan manfaat luar biasa di segmen sistem menengah.

Dengan teknologi Quad Core Module ini, server p5-560Q mengalahkan performa sistem 16-inti pesaing yang menjalankan aplikasi bisnis Java™, sehingga membuatnya pilihan yang ideal untuk mengimplementasikan aplikasi Web atau aplikasi database skala menengah dan besar.

“Sistem UNIX® IBM telah memimpin industri standar benchamarck untuk price performance selama lima tahun terakhir sehingga membawa IBM di posisi puncak di pasar yang sangat kompetitif ini,” tutur Ruhryanto Nugroho, Country Manager System p, System and Technology Group, PT IBM Indonesia. [G!]

Nortel Rilis Secure Router

23, March, 2006

Nortel meluncurkan Secure Router untuk memperluas manfaat konvergensi tidak hanya kantor pusat namun menjangkau kantor-kantor cabang. Produk baru ini didesain untukjaringan enterprise yang kaya fitur dan sempurna untuk mendukung berbagai aplikasi real-time penting termasuk aplikasi-aplikasi data, suara, video dan streaming media.

Jajaran produk Nortel Secure Router 1000 terdiri dari seri 1001, 1002 dan 1004 yang dirancang untuk penggunaan di kantor-kantor kecil dan kantor cabang, serta Secure Router 3120 untuk kantor cabang berskala menengah. Selain mudah dalam pemasangan dan interoperabilitas, Nortel Secure Router memberikan kinerja dua kali lebih tinggi dengan biaya 25 persen lebih rendah dibanding menggunakan router dari vendor lain.

“Jajaran produk ini memiliki layanan kaya fitur dan keamanan untuk pelanggan kami, serta menghadirkan berbagai kemampuan yang dimiliki kantor pusat di kantor cabang,” ujar Aziz Khadbai, general manager, Converged Data Networks.

“Kami telah menggunakan Nortel Secure Router 1004 dan Business Communication Manager di kantor-kantor cabang kami,” ujar Lisa J. Harris, senior vice president and chief information officer, Gevity. Gevity, yang berpusat di Bradenton, Florida yang memiliki kantor cabang di seluruh Amerika Serikat, menyediakan solusi-solusi pengelolaan karyawan secara insource untuk bisnis skala kecil dan menengah.

Nortel membeli Tasman Networks senilai $99,5 juta untuk menyediakan solusi konvergensi end-to-end yang lengkap dan melengkapi portofolio secure router yang telah dimiliki Nortel bagi kebutuhan kantor cabang. Akuisisi Tasman Network telah selesai dilakukan pada 24 Februari 2006.

gadget_privacy.jpgMASIH adakah privasi di era Internet sekarang ini? Selain soal jarak dan waktu yang kini sudah pupus sejak diamuk revolusi digital, ada lagi yang segera terusik –untuk tidak dikatakan hilang sama sekali– yaitu privasi, segala sesuatu yang menyangkut pribadi, baik itu ketercerabutan identitas, maupun kenyamanan personal.

Selama ini, umpamanya, kita sengaja membuatkan sebuah kotak pos di pagar depan rumah agar tukang pos bisa menaruh surat di kotak itu. Ia tidak perlu harus masuk ke pekarangan rumah, mengetuk pintu, lalu menyodorkannya kepada yang membuka pintu.

Namun, sekarang, siapa pun bisa mengirim surat elektronik langsung ke mailbox di komputer di kamar Anda, tak peduli Anda kenal dengan si pengirim atau membutuhkan surat itu.

Ketidaknyamanan privasi di Internet ini sebetulnya dinikmati dalam bentuk lain oleh kalangan bisnis. Meskipun ada perjanjian bahwa data-data pribadi dalam aplikasi layanan gratis tidak akan diberikan kepada pihak lain, siapa bisa menjamin semua itu?

Sebetulnya ada peranti lunak yang mampu menjaga privasi semacam itu — dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Tapi masalahnya bukanlah terletak pada peranti lunak. Sebab, cepat atau lambat, secanggih apa pun peranti lunak yang digunakan, akan tetap ada orang mampu memorakporandakannya.

Meskipun pemerintah di sejumlah negara sedang menyiapkan undang-undang yang akan melindungi privasi di Internet, sesungguhnya tak banyak yang bisa diharapkan dari upaya itu. Sebab, yang terjadi sekarang ini adalah suatu gelombang besar perubahan.

Revolusi Internet, karenanya, harus diikuti oleh revolusi cara berpikir dan paradigma. Begitu banyak yang sudah berubah, termasuk keberadaan dan masa depan privasi. Yang paling mungkin dilakukan adalah mengubah persepsi kita mengenai privasi.

Sebetulnya masih ada beberapa cara yang bisa dilakukan, misalnya dengan biasa menggunakan identitas anonim, tidak terlalu fanatik pada suatu situs atau kelompok diskusi, serta memasukkan data-data pribadi yang fiktif dalam aplikasi layanan gratis di Internet. Namun, tetap saja langkah itu bukan jaminan–toh ada saja cara bagi pihak lain untuk melacak Anda.

Lalu? Hanya ada dua pilihan bagi Anda. Pertama, menganggap privasi sudah tak relevan lagi karenanya tidak perlu dirisaukan. Bahkan di layanan seperti blog dan Friendster, orang malah membeberkan profil mereka segamblang-gamblangnya. Para blogger bahkan dengan detail menceritakan apa yang mereka lakukan, pikirkan, dan hayalkan setiap hari–bahkan setiap jam–di blog-nya!

Atau masih ada pilihan kedua: Anda sama sekali tidak menyentuh komputer! Tinggalkan Internet! Privasi Anda dijamin aman, meskipun ongkosnya sangat mahal karena Anda harus kehilangan segudang ilmu dan manfaat dari Internet. Jadi tinggal pilih mau yang mana. [G!]

Koran Tempo, 19 Maret 2006 | e-culture

kalung_mp3_samsung.jpgSamsung mengumumkan media player YP-F2 di arena CeBIT tahun ini, sangat ringan — hanya 21 gram — yang bisa dengan mudah dikalungkan karena sekalian dengan earphonenya. YP-F2 memainkan format MP3, WMA, OGG dan WAV dan durasi baterai maksimal 12 jam. Segera dirilis di pasar Eropa bulan dengan tiga konfigurasi: 512MB (US$105), 1GB (US$140), dan 2GB (U$227).

Baca juga SamsungHQ