PT Bakrie Telecom, salah satu operator layanan suara dan data fixed wireless terkemuka di Indonesia, memperbesar kapasitas dan jangkauan transmisi jaringan nirkabelnya secara signifikan dengan radio access, switching dan solusi optikal terbaru dari Nortel.

Dengan peningkatan kapasitas jaringan CDMA2000 1X tersebut, mencakup daerah Jakarta dan sekitarnya serta 15 kota di Jawa Barat dan provinsi Banten, memungkinkan Bakrie Telecom memenuhi permintaan pelanggan yang semakin meningkat terhadap layanan komunikasi suara dan akses Internet broadband fixed wireless, komunikasi data dan faks dengan merek Esia.

"Kami telah mencetak pertumbuhan sebesar 55 persen selama kuartal pertama tahun 2006 dan akan terus bertambah hingga mencapai kurang lebih 1,35 juta pelanggan di akhir 2006, atau dua kali lebih besar dibanding total tahun lalu," kata AG Rao, Chief Technical Officer, PT Bakrie Telecom.

Solusi Nortel untuk Bakrie Telecom terdiri atas CDMA Metro Cell Base Transceiver Stations (BTS) baru yang memungkinkan pertumbuhan jaringan yang hemat biaya dan tanpa hambatan, perlindungan investasi saat ini, melalui card upgrade ke infrastruktur 1xEV-DO generasi ketiga (3G) dari Nortel.

Pada jaringan intinya, Bakrie menggunakan DMS-MTX Circuit Switching Platform fleksibel dari Nortel yang memungkinkan pelanggan dapat menerima pelayanan yang dapat diandalkan secara terus menerus. [G!]

Advertisements

Pada pertunjukan pendahuluan kode produk secara langsung di Konferensi Deutsche Notes User Group (DNUG), IBM hari ini mengumumkan bahwa editor produktifitas Office akan disertakan dalam versi Lotus Notes  berikutnya, yang menurut rencana akan memasuki periode beta publik di musim gugur nanti.

Editor produktifitas kelas ringan namun bertenaga besar ini mendukung standar Open Document Format (ODF) berbasis XML yang baru-baru ini disahkan oleh the International Organization for Standardization (ISO) serta akan menawarkan berbagai alternatif pengintegrasian yang sudah ada dengan beragam format dokumen tertutup (proprietary), seperti yang terdapat pada Microsoft Office, kepada lebih dari 125 juta pengguna Lotus Notes.

Standar terbuka, seperti halnya ODF, membantu menyediakan interoperabilitas antara sistem-sistem – memungkinkan vendor bersaing dalam hal manfaat dan performa, bukan dalam hal format dan protokol tertutup. Editor produktifitas Office akan meliputi kemampuan Word Processing, Spreadsheet dan presentasi, serta akan memungkinkan pengguna Lotus Notes untuk menciptakan, mengedit dan menyimpan dokumen dalam bentuk aslinya pada ODF.

Editor ini juga dapat mengimpor dan mengekspor ke format file yang digunakan Microsoft Office dan versi sebelumnya dari OpenOffice. Dengan disertakannya editor berbasis standar ini, pelanggan Lotus Notes memperoleh fleksibilitas dalam hal keputusan TI mendasar tentang kebutuhan bisnis dan dapat mengurangi resiko keterikatan pada satu platform atau vendor piranti lunak tertentu.

"Kode yang kami perlihatkan hari ini menunjukkan kemampuan kami menghantarkan sesuai visi Workplace yang membuat pelanggan lebih produktif dalam kegiatan mereka sehari-hari," ujar Erwin Sukiato, Country Manager, Software Group, PT IBM Indonesia. [G!]

Qualcomm Incorporated, pengembang terkemuka dan pelopor teknologi Code Division Multiple Access (CDMA), hari ini mengumumkan keberhasilan tahap pertama inisiatif Wireless Reach Qualcomm di Pacitan, Jawa Timur, sebagai bagian dari komitmen Perusahaan untuk menyediakan layanan telekomunikasi bagi daerah-daerah pedesaan yang terpencil.

Qualcomm menyediakan Community Access Point (CAP) berbasis teknologi 3G CDMA di Pacitan yang terdiri atas sebuah laboratorium komputer yang dilengkapi dengan modem CDMA2000 1xEV-DO yang beroperasi pada frekuensi 450 MHZ (CDMA450) untuk menyediakan akses Internet berkecepatan tinggi bagi publik.

Lebih dari 2.000 pelajar dan guru di Pondok Pesantren Tremas akan memiliki kemudahan mengakses informasi yang tersedia di seluruh dunia melalui Internet untuk kebutuhan pendidikan, riset dan pelatihan. Peluncuran proyek di Pacitan ini dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Setelah Pacitan, Qualcomm akan menyediakan fasilitas CAP di delapan kota lain di Jawa Timur.

Proyek penyediaan fasilitas CAP di Jawa Timur merupakan perluasan dari inisiatif Wireless Reach Qualcomm yang saat ini sedang berlangsung di Way Kanan, Lampung. Di Way Kanan, proyek ini meliputi penyediaan laboratorium komputer yang dilengkapi dengan akses Internet berkecepatan tinggi bagi lima sekolah menengah di pedesaan, 59 warung selular serta 59 telepon tetap nirkabel bagi penduduk setempat.

Inisiatif Wireless Reach Qualcomm memberdayakan komunitas melalui penggunaan teknologi nirkabel generasi ketiga (3G). Inisiatif ini bertujuan memperkokoh pembangunan ekonomi dan sosial yang berfokus pada pendidikan, pemerintahan, layanan kesehatan, dan keselamatan publik.

Wireless Reach menciptakan proyek-proyek 3G yang berkesinambungan melalui kemitraan dengan lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi, insitusi pemerintah, badan pengembangan, dan perusahaan swasta lainnya.

"Kami bangga bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan perusahaan-perusahaan terkemuka dalam mengimplementasikan program strategis Wireless Reach Qualcomm," kata Harry K Nugraha, senior director and country manager, Qualcomm Indonesia.

"Kami optimis teknologi CDMA450 akan menjadi platform perkembangan infrastruktur telekomunikasi di pedesaan dan hal ini telah dibuktikan dalam dua proyek kami di Pacitan, Jawa Timur, dan Way Kanan, Lampung."

CDMA 450 menyediakan solusi telekomunikasi yang paling efisien dengan jangkauan yang luas dan kemampuan menghantarkan kualitas suara yang jernih dan layanan data berkecepatan tinggi pada saat yang bersamaan. Teknologi ini ideal bagi kondisi pedesaan di Indonesia.

Menurut CDMA Development Group, jaringan CDMA450 saat ini telah dipergunakan di 36 negara di seluruh dunia dan 36 jaringan tambahan lainnya akan segera diluncurkan atau sedang dalam tahap uji coba.

Di Asia, jaringan CDMA450 telah dipergunakan di Indonesia oleh (PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia), Kamboja, Laos, China (Tibet), Pakistan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Vietnam dan Uzbekistan. [G!]

IBM merilis sebuah penelitian penting yang mengungapkan berbagai tren dan inovasi utama yang akan mendefinisikan industri perbankan global di tahun 2015.

Penelitian ini, “Banking 2015: Defining the Future of Banking” meramalkan tren di dunia perbankan untuk menciptakan sebuah wawasan unik terhadap kekuatan persaingan yang akan dihadapi dunia perbankan di dekade yang akan datang. Penelitian ini juga menyoroti bisnis baru dan inovasi teknologi serta tren sosial yang akan mengubah bentuk transformasi industri.

Survei ini, dilaksanakan oleh unit penelitian pasar IBM, The Institute for Business Value, bertepatan dengan terjadinya perubahan pesat yang didorong teknologi informasi baru, regulasi global dan pasar-pasar baru di Asia, Eropa Timur dan Amerika Selatan yang mencapai tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 7,1% dari tahun 2000 hingga 2015. IBM memprediksikan dirinya akan mencapai tingkat pertumbuhan sebesar 7,6%.

IBM menemukan bahwa akan timbul lima tren utama yang akan menentukan keberhasilan pasar di tahun 2015:

  • Nasabah yang memegang kenali. Para nasabah akan menjadi pengguna layanan keuangan yang cerdas, terinformasi dan handal. Mereka akan tertarik hanya pada penyedia layanan yang dapat memenuhi kebutuhan mereka yang spesifik.
  • Pesaing ceruk khusus. Pengkonsolidasian pasar akan tetap berlangsung, sehingga bank-bank besar akan semakin besar. Namun, mereka akan menghadapi pesaing-pesaing yang cekatan, termasuk BPR, spesialis industri dan lembaga keuangan non-bank yang memfokuskan diri untuk menyediakan layanan khusus. Hubungan mitra-pesaing akan muncul.
  • Tenaga kerja baru. Kebutuhan akan produktifitas dan efisiensi akan menciptakan sumber tenaga kerja dan lapangan kerja baru. Namun, juga akan terjadi persaingan yang ketat untuk menyewa dan mempertahankan bakat-bakat ini.
  • Transparansi Regulasi.  Kebutuhan untuk mematuhi standar transparansi dan akuntabilitas yang ditegakkan secara global akan memaksa bank-bank untuk mengadopsi sistem-sistem dan proses-proses yang terintegrasi dan menjangkau seluruh bagian perusahaan.
  • Teknologi yang difokuskan secara tajam. Pendorong semua perubahan ini adalah teknologi yang mendukung proses pengambilan keputusan yang cepat dan akurat, serta fleksibilitas dan efisiensi operasional yang lebih tinggi. Para spesialis yang akan meraih sukses adalah mereka yang dapat menelusuri dan menganalisa kebutuhan spesifik nasabah dan memenuhinya secara cepat dengan produk-produk yang meguntungkan dan dapat diandalkan.

Dino B. Bramanto, Country Manager, Financial Services Sector, PT IBM Indonesia mengatakan penelitian ini menunjukkan apa yang harus dilakukan bank-bank saat ini agar tetap kompetitif selama sepuluh tahun yang akan datang. "Pada tahun 2015, kita akan bermain di pasar yang yang sangat berorientasi pada nasabah, didominasi oleh bank-bank besar dan penuh dengan penyedia layanan keuangan. Persaingan sengit, regulasi global dan teknologi akan mengubah struktur bank dan non-bank".

"Teknologi juga akan mendorong perubahan mendasar di disposisi tenaga kerja, yang akan mempengaruhi produktifitas, efisiensi dan profitabilitas," tutur Dino. "Tren-tren ini sudah mulai terlihat, tetapi ketika mulai melembaga, akan terjadi perubahan besar dalam kekuatan persaingan dunia perbankan global."

Empat Imperatif Strategis
Menurut IBM, perubahan pasar ini menimbulkan tantangan besar bagi bank-bank konvensional. Empat permasalahan strategis akan ditimbulkan perubahan besar ini:

  • Model bisnis yang berubah. Hal ini harus difokuskan pada manfaat yang ditawarkan kepada nasabah, yang membutuhkan alat-alat, informasi dan opsi-opsi.
  • Pertumbuhan yang terarah. Bank-bank harus mengidentifikasikan bidang usaha yang menjadi target mereka dan melayaninya. Bank-bank harus memaksimalkan efisiensi operasional – dan mengalahkan pemain baru yang cekatan – melalui kemitraan dengan penyedia spesialis.
  • Opsi tenaga kerja baru. Para penyedia layanan keuangan harus berintegrasi ke dalam struktur operasional, opsi tenaga kerja yang sangat fleksibel dan berbiaya rendah, seperti melakukan off-shoring. Tugas manajemen yang penting adalah menarik – dan mempertahankan – bakat.
  • Infrastruktur yang cekatan. Investasi TI harus difokuskan pada peningkatan daya tanggap, kelenturan dan kolaborasi yang mencapai seluruh bagian perusahaan.

Hipotek di antara produk-produk besar yang akan datang:

Namun demikian, bagaimana bank dapat memilih produk dan inovasi pasar yang terbaik untuk bisnis mereka?

Penelitian IBM mengidentifikasikan beberapa opsi bernilai tambah:

  • Hipotek. Hal ini menggambarkan kesempatan pertumbuhan yang besar dengan otomatisasi yang dapat mengurangi biaya dan inovasi yang menimbulkan berbagai penyempurnaan rantai manfaat. IBM memperkirakan bahwa biaya yang ditimbulkan hipotek akan turun dari US$1.425 di tahun 2003 menjadi US$400 di tahun 2015.
  • RFID (Radio Frequency Identification). Hal ini akan menjadi teknologi pembayaran yang unggul di pasar. Bank-bank membutuhkan portofolio inovasi pembayaran agar mereka tetap memiliki daya saing, tetapi kartu RFID diramalkan akan menunjukkan pertumbuhan yang kuat hingga tahun 2015 dengan pertumbuhan tahunan gabungan mencapai 30% dari tahun 2005.
  • Kemasan layanan. Inovasi di pengintegrasian dan penggabungan produk dan layanan akan membuahkan pertumbuhan di waktu yang akan datang dengan mendekomoditaskan penawaran yang ada. Bagi bank-bank, hal ini akan meningkatkan potensi lintas penjualan, pinjaman nasabah yang lebih tinggi, biaya pemeliharaan rekening yang lebih renah, dan resiko yang lebih kecil (karena informasi yang lebih mendalam tentang setiap nasabah).
  • Pengitegrassian Nasabah. Rekening-rekening yang terintegrasi atau rekening all-in-one, akan menggabungkan semua pinjaman  jangka pendek dan jangka panjang, layanan tunai serta tabungan. Rekening terintegrasi akan menggabungkan tabungan, hipotek dan pinjaman lain-lain.

Menurut Dino, setiap bank harus menentukan sebuah strategi yang sesuai dengan kebutuhan nasabahnya. "Bank-bank akan membutuhkan strategi khusus untuk melayani nasabahnya yang semamkin sensitif – dan semakin memegang kendali. Pendekatan inovatif terhadap desain bisnis, pengelolaan tenaga kerja dan TI akan sangat mempengaruhi keberhasilan bank di waktu mendatang".

"Nasabah bank akan menuntut lebih banyak nasehat, keamanan pribadi dan kendali atas hubungan perbankan mereka. Bank-bank akan membeli produk dan layanan dari penyedia layanan spesialis terbaik, termasuk produk dan layanan independen atau label putih lainnya dan inovasi dalam produk, proses, hubungan dan model bisnis akan menjadi jalur utama menuju pertumbuhan yang dapat dipertahankan," tuntas Dino. [G!]